BREAKING NEWS
 

Universitas Mercu Buana Gandeng LKSA Al Ummi Cianjur Kembangkan Bank Sampah

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Kamis, 5 September 2024 19:40 WIB
Program Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana (UMB) dari ilmu Manajemen bekerja sama dengan Yayasan Surya Al-Ummi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mengelar Pengelolaan Bank Sampah Dan Teknologi Komposter di lingkungan LKSA Surya Al Ummi, Cianjur, Jawa Barat, Senin (1/9/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana (UMB) dari ilmu Manajemen bekerja sama dengan Yayasan Surya Al-Ummi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mengelar Pengelolaan Bank Sampah Dan Teknologi Komposter di lingkungan LKSA Surya Al Ummi, Cianjur, Jawa Barat, Senin (1/9/2024).

Hibah Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dirjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2024 ini dilakukan di Jalan Didiprawira Kusumah Gg. Masjid Baeturrahmat RT 004 RW 002 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Kegiatan dimulai dengan serah terima seperangkat mesin pengeloaan sampah organik dari Dr. Mochamad Soelton kepada Kepala LKSA Ustad Iwan Setiawan.

Kegiatan tersebut dihadiri tim Universitas Mercu Buana penerima hibah DIKTI Dr. (cdt) Eko Tama Putra Saration, Ph.D (cdt) Gian Villany Golwa, ST., M.Si., serah terima ini disaksikan oleh seluruh jajaran pengurus dan anak anak panti yang sudah menunggu kegiatan ini sejak pagi hari.

Dr. Mochamad Soelton menjelaskan, LKSA Al-Ummi dipilih untuk diajukan dalam proposal hibah DIKTI karena Lembaga nirlaba ini, berkembang cukup pesat, dengan jumlah anak terlantar yang dilayani sekitar 103 anak. LKSA yang didirikan pada tanggal  28 Maret 2016 tersebut memiliki fasilitas ruang belajar dan aula, ruang bermain, MCK, dapur, fasilitas konseling dan lapangan. Selain fasilitas utama, terdapat juga fasilitas pendukung seperti ruang belajar, ruang pertemuan, perpustakaan, ruang keterampilan, ruang kantor, mushola, dapur, ruang cuci dan jemur serta 2 kamar mandi.

Baca juga : Paus Fransiskus Simbol Penting Hubungan Baik Islam-Katolik

“Jumlah anak binaan saat ini berjumlah 103 anak (58 Laki-Laki dan 45 Perempuan),” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2024).

Dengan permasalahan limbah rumah tangga yang mulai tidak terkendali, Seiring dengan perkembangannya, hal ini tentunya berbanding lurus dengan jumlah sampah yang harus dikelola, baik sampah dapur organik maupun sampah anorganik yang diperkirakan mencapai 1 ton kubik sampah per harinya.

Adsense

Sampah-sampah tersebut dapat bernilai ekonomis apabila dikelola dengan manajemen bank sampah dan didaur ulang menjadi barang seni kerajinan bernilai ekonomis, barang rongsok yang bermanfaat maupun diolah menjadi pupuk organik yang dapat menambah pendapatan.

Jumlah sampah yang mencapai 1 ton kubik per harinya ditambah dengan kurikulum di LKSA juga tidak memberikan pelajaran yang terkait dengan kewirausahaan, oleh karena itu perlu adanya pembekalan untuk pengurus dan anak binaan agar dapat memanfaatkan limbah sampah di LKSA dan lingkungan sekitar menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Baca juga : Eksploitasi Air Tanah Berlebih Ancam Keseimbangan Alam dan Kesempurnaan Ibadah

“Pada tahap awal barang kerajinan dan pupuk organik akan dimanfaatkan oleh LKSA dan penghijauan lingkungan warga sekitar, selanjutnya jikalau sudah terpenuhi, pemanfaatannya akan dikembangkan dan produknya dijual ke petani tanaman hias,” terangnya.

Dia juga melihat panti tersebut kelola sampainya belum  ada, selama ini hanya di buang sisa makanan dan limbah rumah tangga lainnya dan tidak di maksimalkan untuk dijadikan hasil limbah yang bernilai ekonomi dalam pengelolahan sampah.

Pada kesempatan ini, Dr. Soelton, Dr. (cdt) Eko Tama, Ph.D (cdt) Gian dari tim UMB memberikan penyuluhan serta pelatihan kepada pengurus dan anak binaan tentang manajemen bank sampah, pembuatan produk kerajinan tangan dari sampah anorganik, pembuatan pupuk dari sampah organik, manajemen pemasaran untuk meningkatkan nilai jual produk yang dihasilkan. Sekaligus juga memberikan bantuan alat teknologi tepat guna berupa mesin pencacah dan komposter, berikut pelatihan cara pemakaian.

Kegiatan praktek langsung dan pemaparan mulai pengenalan mesin, kegunaan, fungsi dan seterusnya sampai dengan praktek penggilingan dan berakhir dengan proses untuk mendapatkan kompos organik yang dapat didayagunakan untuk kepentingan lingkungan pantinda nilai ekonomis kedepannya.

Baca juga : Pilkada Sulteng, Ahmad Ali Janjikan Pemerataan Pembangunan Sampai Pelosok Desa

Antusisme peserta ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan pertanyaan terkait dengan kebermanfaatan mesin tersebut, pengembangan produk usahanya kedepan, pemanfaatan teknologi serta tidak kalah serunya terkait pertanyaan kesiapan para tim pengurus dan anak anak panti dalam merawat mesin yang telah diserahterimakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense