RM.id Rakyat Merdeka - Menyatukan visi-misi pemuda dalam menghadapi Indonesia Emas 2024, Aidil Pananrang menginisiasi Rembuk Pemuda. Aidil bilang, dalam forum ini, semua pemuda Indonesia dari latar belakang, afiliasi dan perbedaan lainnya, dapat berkumpul.
Dia menyebut, kekuatan anak muda tidak terletak pada ketokohan, kekayaan ataupun kecerdasan orang per orang.
Kata dia, Rembuk Pemuda menjadi melting pot atau titik temu para anak muda.
“Misalnya saya dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), tapi kita berjalan bersama dengan teman-teman yang dari Cipayung yang lain, dari GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan lainnya,” kata Aidil dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-II di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2024).
Baca juga : Ini 4 Langkah Sukses Wujudkan Indonesia Emas 2045
Sementara itu Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan, Rembuk Pemuda tidak terafiliasi dengan kelompok manapun.
Rembuk Pemuda hadir dari kegelisahan karena banyaknya gerakan pemuda yang terpecah akibat adanya kepentingan pribadi maupun golongan.
Saras mengatakan, meski dia adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rembuk Pemuda ini menjadi wadah para pemuda untuk bersatu.
“Ini harus muncul dari kekuatan anak muda yang banyak dari mereka brilian, punya pemikiran yang luar biasa untuk berkontribusi Bangsa dan Negara,” jelas Anggota DPR RI ini.
Baca juga : Prudential Indonesia Berikan Penawaran Khusus, Pada Hari Pelanggan Nasional
Saras mengatakan, pihaknya ingin memberikan ruang, wadah dan waktu bagi anak muda untuk bisa berembuk.
Kata dia, berembuk merupakan budaya dari Bangsa Indonesia sedari dulu, yaitu Sila ke-4 Pancasila, musyawarah mufakat.
“Berembuk, beraksi dan berdampak untuk Bangsa dan Negara ini,” imbuhnya.
Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-II dengan tema ‘Reposisi Gerakan Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045’ ini dihadiri 2.400 milenial dari seluruh Indonesia.
Baca juga : Menlu Latvia: Indonesia Tempat Menarik Berinvestasi
Acara ini menghadirkan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Dalam sambutannya, Amran menceritakan perjuangannya dari Penyuluh Petani Lapangan (PPL) di Kabupaten Konawe hingga menjadi Menteri Pertanian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.