BREAKING NEWS
 

Soal Prabowo Mau Bikin 44 Kementerian, Jokowi: Kok Tanya Saya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 26 September 2024 13:21 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi tak mau ambil pusing mengenai rencana Presiden Terpilih Prabowo Subianto, untuk membentuk 44 kementerian di pemerintahan mendatang. Atau bertambah 10 dari total kementerian saat ini, yang berjumlah 34.

Jokowi bilang, pertanyaan seperti itu sebaiknya ditanyakan langsung ke Prabowo.

“Ditanyakan ke Presiden Terpilih. Kok ditanyakan kepada saya,” kata Jokowi, usai meninjau Gudang Bulog Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, seperti ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/9/2024).

Baca juga : Kabinet Prabowo Mulai Mengerucut: Supaya Fokus, Ada Kementerian yang Dipecah 3

“Ditanyakan ke Presiden Terpilih. Itu hak prerogatif. Kewenangan di Presiden Terpilih. Karena sudah diberi mandat, diberi amanah oleh rakyat ya,” tandasnya.

Adsense

Terkait jumlah kementerian di pemerintahan Prabowo-Gibran, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco mengatakan, Prabowo masih melakukan simulasi terhadap jumlah nomenklatur kementerian pada kabinetnya mendatang.

"Jadi begini, yang namanya penambahan, yang namanya pemisahan, dan lain-lain belum bisa kita publikasi karena saat ini masih kami simulasikan," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2024).

Baca juga : Prabowo Mau Bentuk Zaken Kabinet, Jokowi: Bagus

“Jumlah (kementerian) itu ada yang bilang 44, ada yang bilang 42, ada yang bilang 40, kita juga masih melakukan simulasi," lanjutnya.

Besar kemungkinan, kata Dasco, komposisi nomenklatur kementerian dan nama-nama menteri baru akan final pada H-7 atau H-5 Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 20 Oktober 2024.

Dasco menjelaskan, penambahan jumlah kementerian dilakukan untuk mengoptimalkan tugas-tugas kementerian dalam rangka menunaikan janji kampanye Prabowo-Gibran, sebagaimana tercantum dalam delapan misi Asta Cita.

Baca juga : Urusan Menteri, Paloh Tahu Diri

"Dalam pemenuhan janji kampanye, kami juga melihat tempat dan orang yang tepat. Sehingga, keberadaan orang-orang profesional itu juga lebih banyak dibanding yang berasal dari partai politik," papar Dasco.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense