Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
SBY Temui Prabowo di Kertanegara
Urusan Menteri, Paloh Tahu Diri
Jumat, 20 September 2024 08:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang pelantikan Presiden, Prabowo Subianto intens melakukan pertemuan dengan banyak tokoh. Teranyar, Prabowo bertemu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di tempat terpisah, Ketum Partai NasDem, Surya Paloh juga ngaku sudah bertemu Prabowo membahas kabinet. Namun, untuk urusan pemilihan menteri, Paloh tahu diri.
SBY mengunjungi kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2024), sekitar pukul 13.00 WIB. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, datang menaiki mobil Lexus hitam dengan plat nomor B 414 RI. Begitu turun dari mobil, SBY, yang memakai kemeja biru muda, langsung bergegas masuk ke dalam rumah Prabowo.
Sekitar satu jam berselang, SBY keluar dari balik pintu rumah dan diantar langsung oleh Prabowo, yang mengenakan kemeja safari cokelat. Sebelum memasuki mobil yang terparkir di depan teras, SBY memberikan salam hormat ke Prabowo. Prabowo lalu membalas salam hormat SBY, kemudian keduanya saling bersalaman. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sugiono dan putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didit, ikut menyalami SBY sebelum memasuki mobil dan meninggalkan lokasi.
Apa yang dibicarakan SBY dan Prabowo? Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, kedua tokoh nasional tersebut hanya bertukar pikiran. "Diskusi biasa. Pak Prabowo mendengarkan masukan dari Pak SBY," ujar Dahnil, kepada wartawan, Kamis (19/9/2024).
Baca juga : Prabowo Diberi Kebebasan Menentukan Jumlah Menteri
Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini menjelaskan, salah satu pesan yang diberikan SBY berkaitan dengan tugas dan tantangan yang bakal dihadapi Pemerintahan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka, 5 tahun ke depan. "Mengingat kondisi geopolitik dan geostrategis yang sangat dinamis ke depan," pungkasnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Dia mengatakan, SBY dan Prabowo hanya membahas seputar tantangan politik ke depan, tidak bicara mengenai penyusunan kabinet. "Pak SBY siap membantu serta menyukseskan pemerintahan Pak Prabowo," ujar Herzaky, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (19/9/2024).
Selain SBY, Ketum Partai NasDem Surya Paloh juga mengaku pernah menemui Prabowo. "Mungkin dua-tiga kali,” ujarnya, di DPP NasDem, Jakarta Pusat, Kamis, (19/9/2024).
Apa yang dibahas? Paloh bilang di antaranya ya soal jatah kursi menteri di kabinet. Namun, Paloh mengungkapkan, dalam setiap pertemuan itu, dirinya selalu bilang, tak mengharapkan jatah menteri untuk NasDem. Ia justru menyarankan Prabowo untuk memprioritaskan anggota partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) lain untuk masuk kabinet.
Baca juga : Kominfo Diacungi Jempol
Paloh sadar, NasDem tidak memberi dukungan kepada Prabowo dari awal kontestasi Pilpres 2024. Maka itu, NasDem mengambil sikap dengan menjunjung etika politik. “Kalau bisa mempertimbangkan, NasDem itu paling ujung aja, paling belakang aja,” ujarnya.
Paloh memastikan, NasDem bakal menghormati seluruh keputusan Prabowo dalam menentukan jajaran kabinetnya.
“Kami bisa merasakan betapa terhormatnya posisi menjadi salah satu pembantu Presiden, apa pun itu nomenklaturnya, tapi tidak kalah terhormat untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita, partai-partai politik lainnya,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin berpandangan, sikap SBY dan Paloh berbeda karena peran keduanya dalam pemenangan Prabowo di Pilpres 2024 juga berbeda. Paloh memang harus tahu diri sesuai proporsinya. Mengingat NasDem sebagai pihak yang kalah dalam Pilpres 2024, dan baru merapat setelah Prabowo dinyatakan sebagai Presiden terpilih. Hal yang sama juga berlaku untuk partai politik lain yang baru bergabung setelah Prabowo dinyatakan menang.
Baca juga : Bacabup Lebak Diduga Punya KTP Dan NIK Ganda
“Tapi, dalam konteks power sharing dan akomodasi politik, mereka yang kalah tidak perlu khawatir. Setelah merapat, tentu ada peluang mendapat jatah menteri, walaupun jumlahnya tergantung Prabowo,” ulas Ujang, Kamis malam (19/9/2024).
Dosen ilmu politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini menambahkan, ada banyak kemungkinan yang dibahas antara SBY dan Prabowo. Termasuk membahas jatah kursi menteri bagi anggota Partai Demokrat, yang sejak awal jadi anggota KIM. “Itu suatu hal yang wajar, karena urusan menteri di dalam kabinet hari ini hangat dibicarakan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya