BREAKING NEWS
 

Baraq Serukan Aksi Simpatik Bela Palestina 7 Oktober 2024

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 5 Oktober 2024 23:09 WIB
Ketua Presidium Barisan Aliansi Resistensi Al-Aqso (Baraq) Abbas Husain saat konfrensi pers di Jakarta, Sabtu (5/10/2024). Foto: Boy Sakti/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Presidium Barisan Aliansi Resistensi Al-Aqso (Baraq) Abbas Husain mengungkapkan, barisannya akan melakukan aksi simpatik Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Senin (7/10/2024).

Aksi ini, sebagai bentuk dukungan perjuangan terhadap perjuangan Palestina melawan Israel. Abbas menuding, AS sebagai pendukung utama Israel dalam melakukan serangan ke Palestina yang dianggap sebagai genosida kemanusiaan yang terjadi di abad Ke-20 ini.

"Amerika secara terang-terangan dan tidak malu, tidak memiliki rasa malu, memperjuangkan kejahatan Israel dan membela Israel di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang kita kenal sebagai United Nation," kata Abbas saat konfrensi pers Baraq di Jakarta, Sabtu (5/10/2024).

Abbas juga menyebut, PBB sebagai organisasi dunia terbilang tidak serius dan bermain-main dalam upaya menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Misalnya, di setiap forum yang mengumpulkan negara-negara yang bernaung di PBB, tidak menghasilkan kebijakan yang pro rakyat Palestina .

Baca juga : BUMN Berperan Penting Saat Dan Pasca Covid

"Seolah-olah, hilangnya 40 ribu lebih nyawa dan bahkan lebih dari 100 ribu orang terluka, adalah hal yang sangat remeh-temeh. Saya katakan ini dilakukan secara berdrama, bermain-main, dan juga tidak serius sehingga pembantaian dan genosida yang dilakukan oleh Israel tidak begitu memiliki pengaruh yang besar di mata PBB," geregetnya.

Terlebih, ketika beberapa bulan yang lalu Mahkamah Pidana Internasional atau ICC menjatuhkan hukuman yang berat kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, tidak kunjung mendapatkan hukuman.

Sontak, Abbas mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama turun ke jalan pada 7 Oktober 2024 di Kedubes AS. Menurutnya, saat ini serangan Israel tidak hanya ke Palestina saja, namun melebar ke Lebanon, Suriah, dan Yaman.

Adsense

Diungkapkannya, aksi nanti akan menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mengutuk selama setahun ini terkait kemartiran dua sosok besar dari pimpinan kelompok perlawanan, yaitu Syed Ismail Hania dari Hamas dan Syed Hassan Rasulullah dari kelompok Hezbollah.

Dikatakan, Hamas dan Hezbollah merupakan organisasi terdepan terhadap perjuangan di Palestina. Oleh karena itu, para martir juga bergantung pada eksistensi perlawanan dari para sipil yang martir, serta keselamatan mereka yang bergantung pada dua kelompok ini.

Baca juga : Bersathu Dukung Upaya Pemerintah Atur Haji 2025

"Kenapa saya katakan semacam ini? Karena mereka adalah kelompok yang betul-betul bergerak atas nama melindungi rakyat dan sipil mereka. Hingga saat ini, perjuangan mereka masih terus berlanjut," katanya.

Tuntutan kedua, katanya, Baraq mengingatkan pentingnya persatuan umat Islam. Sebab, belum ada soliditas yang dibangun negara Islam di kawasan konflik seperti Liga Arab atau OKI.

"Sebut saja Saudi, Bahrain, dan beberapa negara seperti Uni Emirat yang beberapa kali mengkriminalisasi rakyatnya saat menyuarakan pembelaan mereka kepada Palestina," katanya.

Tuntutan ketiga, katanya, Baraq menolak narasi normalisasi. Baginya, Israel tidak pernah mengenal yang namanya negosiasi, belas kasih, atau hal-hal kemanusiaan. Israel dianggap tidak menerima solusi dua negara sekalipun itu menguntungkan penjajahan mereka ke Palestina.

Keempat, terkait masalah boikot. Boikot di Indonesia memurutnya salah satu arena yang bisa dimanfaatkan untuk menghambat perputaran keuangan yang mengalir kepada Israel.

Baca juga : Jelang Satu Tahun Agresi Israel Ke Palestina, YKMI: Genosida Belum Berakhir 

Di Indonesia, lembaga-lembaga keuangan atau pasar yang terafiliasi dengan Israel atau Amerika sangat signifikan dalam mendukung dana segar bagi Israel.

"Terakhir, kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya terkait pernyataan-pernyataan heroik dari Ibu Menlu Retno Marsudi. Meski saya tidak setuju dengan Solusi Dua Negara, ketegasan beliau dan narasi yang disampaikan menentang dan meludahi wajah Zionis Israel. Setidaknya, boikot adalah langkah yang sangat memukul mereka," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense