RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan pabrik bahan katoda LFP (lithium ferro phosphate) untuk baterai lithium di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Selasa (8/10). Salah satu dari 3 sel utama baterai lithium, yaitu anoda, katoda dan elektrolit.
Pabrik ini disebut sebagai yang terbesar di luar China, hasil kolaborasi antara PT LBM Energi Baru Indonesia dengan Indonesia Investment Authority (INA).
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Luhut menyebutkan bahwa investasi pabrik ini mencapai 350 juta dolar AS dengan proyeksi pendapatan 1,2 miliar dolar AS per tahun.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun fasilitas produksi katoda LFP terbesar di luar China,” kata Luhut.
Baca juga : Investasi Rp 4 Triliun, Pabrik Kaca Terbesar Di Asia Tenggara Ada Di Batang
"Ini bukan sekadar pabrik, tetapi juga fondasi dari ekosistem EV Indonesia yang terintegrasi," sambungnya.
Luhut bilang, pabrik ini akan memenuhi kebutuhan baterai lithium untuk 3 juta unit kendaraan listrik di seluruh dunia, dengan target ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Korea.
Tak hanya menambah kekuatan industri, proyek ini juga menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja baru, dengan 92 persen di antaranya diisi oleh tenaga kerja lokal.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana investasi besar bisa berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” tegas Luhut.
Baca juga : Lakukan Percepatan Berusaha Di BPOM, Taruna Ikrar Raih Penghargaan BPKM
Ia mengingatkan bahwa pabrik bahan katoda ini melengkapi langkah hilirisasi yang sudah dimulai sebelumnya, yakni saat Presiden Jokowi meresmikan pabrik bahan anoda baterai lithium di lokasi yang sama pada Agustus 2024 lalu.
"Hilirisasi sumber daya alam bukan hanya istilah semata, melainkan strategi besar yang kita cita-citakan bersama," tuturnya.
Kehadiran pabrik katoda LFP ini, sebut Luhut semakin memperkuat posisi Indonesia di peta industri kendaraan listrik global. Sehingga tak lagi hanya menjadi negara eksportir bahan mentah.
Menurutnya, Indonesia patut berbangga memiliki pemimpin yang berani dan tegas dalam menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya, di tengah tantangan global dan tarik-menarik kepentingan asing di dunia.
Baca juga : Tahan Banting, Industri Batik Serap 200 Ribu Tenaga Kerja
"Indonesia tak lagi hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi kini berdiri tegak sebagai kekuatan industri yang mandiri, menciptakan nilai tambah dari kekayaan alamnya sendiri," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.