Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tahan Banting, Industri Batik Serap 200 Ribu Tenaga Kerja
Jumat, 27 September 2024 09:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sektor industri batik dan produk batik tahan batik di tengah tantangan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, industri ini juga dikenal sebagai industri padat karya yang mampu menyerap hingga 200 ribu tenaga kerja.
Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga daya tahan dan pertumbuhan industri batik dalam negeri, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI), secara rutin menggelar perayaan Hari Batik Nasional dengan berbagai rangkaian kegiatan.
“Tahun ini, perayaan Hari Batik Nasional mengusung tema Bangga Berbatik untuk mendorong para perajin, pengusaha produk batik, dan masyarakat umum agar semakin sering membeli, menggunakan, dan mempopulerkan batik dalam setiap aktivitas,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Baca juga : Mentan Bawa Investor Industri Sapi Perah Vietnam Tinjau Lahan Di Sulteng
Sebagai bagian dari perayaan Hari Batik Nasional 2024, Ditjen IKMA dan YBI akan menyelenggarakan Pameran Hari Batik Nasional 2024 pada 2-6 Oktober di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Ditjen IKMA menyediakan booth pameran secara gratis bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang telah dikurasi sejak awal September lalu, sebagai akses promosi bagi para pelaku IKM batik dan produk batik.
Dari banyaknya pendaftar, terpilih 24 IKM peserta pameran yang difasilitasi oleh Ditjen IKMA untuk menampilkan dan memamerkan produk terbaik mereka. Selain itu, ada dua pelaku wirausaha baru IKM batik binaan Lembaga Pemasyarakatan yang turut meramaikan pameran ini.
“Para peserta terpilih ini mewakili 9 provinsi di Indonesia,” tambah Reni.
Baca juga : Rayakan HUT Ke-56, Kadin Indonesia Serukan Persatuan
Sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Batik Nasional 2024, Ditjen IKMA juga turut memfasilitasi proses permohonan pelindungan Indikasi Geografis (IG) untuk Batik Tulis Tenun Gedhog Tuban. Batik ini telah ditetapkan sebagai ikon Hari Batik Nasional 2024.
Batik Gedhog Tuban dianggap sebagai warisan budaya komunal yang menunjukkan akulturasi budaya masyarakat pesisir Tuban dengan budaya Tiongkok, dengan ciri khas motif burung Phoenix. Pembuatan batik ini masih menggunakan alat tenun tradisional dengan bahan baku benang katun dari pintalan kapas.
Selain itu, Ditjen IKMA telah mengadakan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) tentang batik berkelanjutan pada 21 Mei lalu, dengan topik rantai pasok industri batik dan motif batik. Pada Juli 2024, Ditjen IKMA dan YBI juga mengadakan pendampingan teknis untuk pewarna alami serta fasilitasi mesin dan/atau peralatan bagi 25 IKM batik di Sentra IKM Batik Tasikmalaya, Jawa Barat.
Baca juga : Baru Diluncurkan, Bank Mega Syariah Patok Target Syariah Card Capai 500 Ribu Kartu
Reni menambahkan, Ditjen IKMA terus mendorong pengembangan industri batik melalui pelatihan dan pendampingan teknis, mengingat sektor ini memiliki potensi ekspor yang bisa dimaksimalkan. "Batik sebagai pakaian, aksesoris, produk kerajinan, dan dekorasi rumah semakin menjadi tren di berbagai kalangan karena fleksibel digunakan," ungkap Reni.
Pada perayaan Hari Batik Nasional 2024, masyarakat luas dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti peragaan busana, talkshow sociopreneur tentang inklusifitas batik berkelanjutan, peluncuran buku "Batik Berkelanjutan: Rantai Pasok Industri 4.0", serta berbelanja di bazar yang menampilkan produk batik dari 45 pelaku IKM.
Acara puncak perayaan akan diisi dengan Batik Fun Run and Walk pada Minggu, 6 Oktober 2024, sebagai upaya mempopulerkan dan melestarikan batik kepada masyarakat luas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya