BREAKING NEWS
 

Gandeng 300 Korporasi, LAN Akselerasi Kompetensi ASN

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : FAQIH MUBAROK
Minggu, 13 Oktober 2024 08:18 WIB
Pertemuan B300 LAN bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) yang diselenggarakan secara blended di Aula Prof Agus Dwiyanto, Kantor LAN, Jalan Veteran, Sabtu (12/10/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas ASN melalui berbagai cara. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan private sector atau korporasi.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala LAN Muhammad Taufiq pada Pertemuan B300 LAN bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) yang diselenggarakan secara blended di Aula Prof Agus Dwiyanto, Kantor LAN, Jalan Veteran, Sabtu (12/10/2024).

Taufiq mengatakan, kualitas pelayanan publik dan keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh kapasitas ASN. Sebab itu, dirinya mengajak seluruh elemen korporasi berkomitmen, memajukan bangsa melalui pengembangan kompetensi ASN.

"Terlebih jumlah ASN diproyeksikan akan mencapai lebih dari 7 juta orang. Yang terdiri dari 4,5 juta ASN yang bekerja saat ini ditambah dengan pegawai hasil rekrutmen baru sebesar 3 juta PNS, dan 1,5 juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," urainya.

Selain program ASN Talent Academy (ATA) yang telah berjalan, dan telah melahirkan kader-kader pemimpin masa depan atau future leader, dalam menyiapkan para pemimpin birokrasi di masa yang akan datang, LAN akan berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis melalui Leadership Joint Program.

Baca juga : Gandeng Universitas Trilogi, MGBK SMK Jaksel II Gelar Pelatihan Menulis

Program ini merupakan pelatihan level kepemimpinan tingkat pengawas yang berasal dari birokrasi dan sektor swasta untuk menciptakan kompetensi manajerial baru yang mengedepankan profesionalitas, adaptif, agile, dan memiliki kompetensi digital leadership.

"Leadership Joint Program ini akan bertransformasi menjadi sebuah ekosistem pelatihan yang berkelanjutan yang menyelenggarakan berbagai pelatihan. Harapannya, setiap ASN dapat sumber pembelajaran terbaik untuk meningkatkan kompetensinya. Selain itu ada juga Learning Ecosystem, sebuah kolaborasi swasta birokrasi dalam bidang pengembangan kompetensi ASN diharapkan menjadi ekosistem baru yang mumpuni dalam mengatasi Gap Kompetensi ASN," tutur Taufiq.

Steering committee GNIK, Yunus Triyonggo menyebutkan, untuk mengakselerasi ASN tahun 2030, Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Berdasarkan global talent competitiveness index, Indonesia masih jauh di bawah negara-negara Asia lainnya.

Adsense

"Maka kami para penggiat kompetensi Indonesia berkumpul untuk membangun kompetensi SDM bangsa ini," kata Yunus.

Ia menambahkan, selain tantangan indeks kompetensi Indonesia yang belum baik, Indonesia juga dihadapkan pada fenomena Gen Z workforce yang tumbuh di era digital. Sehingga mereka mengharapkan organisasi tempat mereka bekerja sejalan dengan perkembangan teknologi digital.

Baca juga : Lewat Event WPMC 2024, ULTIMA II Gelar Kompetisi MUA di 6 Kota

Karena itu, GNIK bekerja sama dengan LAN, yang juga tengah menyediakan platform pembelajaran bagi ASN-ASN muda berbasis pada perkembangan digital kekinian.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh LAN dan GNIK ini. Microsoft Indonesia juga akan bergabung untuk mendukung pengembangan kompetensi SDM Indonesia.

Dharma juga ​​menyampaikan, teknologi sudah sejak lama sudah membuktikan adalah pengukit untuk pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP). Semakin hari, perkembangan teknologi semakin canggih. Sampai akhirnya memasuki era artificial intelligence (AI).

"Dengan AI kita tidak menggantikan talenta yang ada sekarang, tapi kita menambah kapasitas untuk dapat bekerja lebih baik. Jadi kalau ASN kita mau menuju birokrasi berkelas dunia, harus siap berubah dari Low Order Thinking Skills menuju High Order Thinking Skills," ungkapnya.

Sementara itu, alumni peserta ATA, Shinta Putri Permata Dewi menyampaikan pengalamannya menjadi bagian dalam pelatihan bergengsi tersebut. Tidak hanya dibekali dengan pengembangan kompetensi manajerial dan sosial kultural, tetapi juga berkesempatan untuk magang di korporasi sebagai sarana observasi dan best practices sektor swasta dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat (service excellent).

Baca juga : Transformasi Ekonomi dan Urgensi Meningkatkan Kompetensi SDM

Sementara itu, beberapa member dari forum B300, Herdy Herman, Mahmud Samuri, dan Sindi Defrizianti yang ditemui secara terpisah dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa kolaborasi antara sektor private dan publik akan memberikan dampak yang baik dalam menyiapkan Indonesia Kompeten pada tahun 2030, dan juga Indonesia Emas 2045.

B300 sendiri adalah sebuah forum yang beranggotakan para Executive Human Resources HR Director atau Senior Manager Human Resources yang diinisiasi oleh GNIK dalam rangka mewujudkan indonesia kompeten dalam menghadapi indonesia emas 2045 mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense