BREAKING NEWS
 

Bamsoet Apresiasi Penanyangan Perdana Film "Sampai Nanti, Hanna!"

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 30 November 2024 18:31 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (berkemeja biru). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi penanganan perdana film "Sampai Nanti, Hanna!". Film bertema romansa ini mengambil latar belakang era 1990-an, yang diadaptasi dari kisah nyata yang memberikan inspirasi serta membawa berbagai makna bagi para penontonnya.

Menurut Bamsoet, selain menggambarkan cinta yang terpendam, film "Sampai Nanti, Hanna!" juga mengangkat tema lain, seperti tekanan dalam hubungan, trauma emosional, dan keberanian untuk melepaskan diri dari masa lalu. "Film ini juga mengajak penonton untuk merenungkan bagaimana cinta yang terpendam dan hubungan yang tidak sehat dapat memengaruhi kehidupan seseorang," ujar Bamsoet, usai menghadiri penayangan perdana film "Sampai Nanti, Hanna!" di Jakarta, Jumat malam (29/11/2024).

Baca juga : Pilkada DKI Bisa 2 Putaran, Pengamat: Jangan Berlebihan Klaim Kemenangan

Ketua MPR ke-16 dan Ketua DPR ke-20 ini mengajak para insan perfilman untuk memperbanyak memproduksi film nasional di tengah gempuran film asing. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga pada penguatan identitas nasional, perkembangan industri kreatif, dan peningkatan perekonomian nasional.

Adsense

Menurut Bamsoet, memperbanyak film nasional merupakan respons terhadap tantangan globalisasi yang sering kali mengancam keberadaan seni dan budaya lokal. Dalam era digital yang dipenuhi dengan konten global, film nasional menjadi sarana perlindungan terhadap budaya lokal.

Baca juga : ICSA 2024 Apresiasi 55 Pemenang dengan Inisiatif Keberlanjutan

"Dengan menghadirkan cerita asli Indonesia, film dapat menjadi alat yang efektif untuk melawan homogenisasi budaya yang sering mengancam keberadaan identitas nasional," kata Bamsoet.

Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, meningkatkan jumlah produksi film nasional dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Industri film tidak hanya melibatkan para pembuat film, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi berbagai profesi, mulai dari penulis naskah, aktor, hingga tenaga teknis.

Baca juga : MU Gagal Menang Di Laga Perdana, Amorim: Sabar!

"Dengan memperbanyak film nasional, kita juga mendorong investasi dalam sektor ekonomi kreatif, sehingga perekonomian nasional dapat berkembang. Keberhasilan film nasional di pasar domestik dapat pula memicu keinginan untuk mengekspor karya-karya tersebut ke luar negeri dan memberikan dampak positif yang lebih besar," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense