BREAKING NEWS
 

Data UN-Tourism Terbaru: Ini Posisi Indonesia Dalam Pemulihan Pariwisata Global

Writer : Taufan Rahmadi
Editor : SAIFUL BAHRI
Kamis, 5 Desember 2024 06:23 WIB
Taufan Rahmadi, Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata

Pada 4 Desember 2024, UN-Tourism merilis siaran pers terbaru yang mengungkapkan kondisi terkini pariwisata global. Setelah menghadapi krisis terberat akibat pandemi COVID-19, sektor pariwisata kini menunjukkan pemulihan yang luar biasa. 

Data terbaru mencatat bahwa sebanyak 1,1 miliar wisatawan internasional telah melakukan perjalanan selama sembilan bulan pertama tahun ini, menandai pemulihan sebesar 98% dari tingkat pra-pandemi.

Meskipun dunia masih dihadapkan pada tantangan ekonomi, geopolitik, dan perubahan iklim, optimisme terhadap pemulihan penuh pariwisata pada akhir 2024 tetap tinggi. Laporan ini memberikan gambaran yang jelas tentang kebangkitan sektor pariwisata dan dampaknya terhadap perekonomian global.

Pertumbuhan Kunjungan dan Pengeluaran Wisata

Pariwisata global diproyeksikan pulih sepenuhnya pada akhir tahun dengan pertumbuhan pengeluaran yang lebih cepat dibandingkan jumlah kunjungan.

Maknanya adalah pariwisata global akan kembali ke tingkat sebelum pandemi pada akhir tahun, tetapi yang lebih menonjol adalah pertumbuhan pengeluaran wisatawan yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan jumlah wisatawan itu sendiri. 

Ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah kunjungan belum sepenuhnya pulih, wisatawan yang bepergian menghabiskan lebih banyak uang, yang berdampak positif pada ekonomi global.

Pemulihan ini tidak hanya tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan internasional, tetapi juga dari pertumbuhan pengeluaran wisata yang melampaui laju kunjungan. Pertumbuhan pengeluaran wisata ini berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha kecil, peningkatan neraca pembayaran, serta pendapatan pajak di banyak negara.

Kinerja Pariwisata Berdasarkan Wilayah

Baca juga : Indonesia-Australia Perkuat Hubungan Kerja Sama

Berbagai wilayah di dunia menunjukkan tingkat pemulihan yang beragam. Timur Tengah mencatat pertumbuhan tertinggi, dengan peningkatan 29% dibandingkan 2019, sementara Afrika tumbuh 6% dan Eropa meningkat tipis sebesar 1%. 

Amerika mencapai 97% dari tingkat pra-pandemi, dan Asia-Pasifik menunjukkan lonjakan signifikan dari 66% pada 2023 menjadi 85% pada 2024.

Destinasi dengan Performa Terbaik

Sejumlah negara mencatat pertumbuhan kedatangan wisatawan yang luar biasa. Qatar memimpin dengan lonjakan 141%, disusul Albania (+77%), Arab Saudi (+61%), Curaçao (+48%), dan Tanzania (+43%). Data ini menggarisbawahi peran penting negara-negara tersebut sebagai destinasi wisata global yang semakin diminati.

Peningkatan Penerimaan Pariwisata

Dari 43 negara yang datanya tersedia, 35 di antaranya berhasil melampaui penerimaan pariwisata sebelum pandemi. Serbia mencatat pertumbuhan tertinggi dengan peningkatan 99%, diikuti oleh Pakistan (+64%), Rumania (+61%), Jepang (+59%), dan Portugal (+51%).

Lonjakan Pengeluaran Wisata Internasional

Pasar wisata internasional dari negara-negara besar juga mencatat pertumbuhan pengeluaran yang signifikan. India mencatat lonjakan terbesar sebesar 81%, disusul Inggris (+46%), Jerman (+35%), Amerika Serikat (+33%), dan Prancis (+11%).

Adsense

Tantangan yang Masih Menghadang

Baca juga : Hari Relawan Internasional, Indonesia CARE Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Meski pertumbuhan pariwisata global sangat menggembirakan, tantangan masih ada. Inflasi telah mendorong kenaikan harga transportasi dan akomodasi, sementara ketidakpastian geopolitik dan perubahan iklim mengganggu kepercayaan dan aktivitas wisatawan. Kekurangan tenaga kerja juga tetap menjadi hambatan serius bagi industri pariwisata.

Optimisme Pemulihan Penuh

Dengan semua pencapaian ini, prospek pemulihan penuh pariwisata global semakin mendekati kenyataan. Kedatangan wisatawan internasional diperkirakan akan mencapai level 2019 pada akhir 2024, sementara pendapatan dari pariwisata internasional hampir sepenuhnya pulih sejak 2023.

Siaran pers UN-Tourism ini menegaskan bahwa industri pariwisata global kini berada di ambang era kebangkitan baru yang lebih kuat, siap menghadapi tantangan sekaligus meraih peluang baru di masa depan.

Posisi Pariwisata Indonesia dalam Pemulihan Global

Di tengah pemulihan pariwisata global yang semakin kuat, Indonesia menempati posisi yang strategis. Dengan kebangkitan pariwisata Asia-Pasifik yang mencapai 85% dari tingkat 2019 -lonjakan signifikan dibandingkan 66% pada 2023- Indonesia menjadi salah satu destinasi yang terus menunjukkan tren positif. 

Pemulihan ini didukung oleh langkah-langkah strategis pemerintah, termasuk promosi destinasi wisata unggulan, pembukaan kembali jalur penerbangan internasional, serta peningkatan kualitas layanan pariwisata.

Dalam konteks regional, posisi Indonesia semakin diperkuat oleh lonjakan pengeluaran wisatawan internasional dari negara-negara besar seperti India (+81%), Inggris (+46%), Jerman (+35%), dan Amerika Serikat (+33%). 

Wisatawan dari negara-negara ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia, khususnya di destinasi unggulan seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo.

Baca juga : Menlu: CIFP Dorong Peran Aktif Indonesia Sebagai Pemain Penting Di Level Global

Tantangan dan Peluang

Meskipun demikian, tantangan global seperti inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan iklim juga memengaruhi pariwisata Indonesia. Harga transportasi dan akomodasi yang tinggi berpotensi mengurangi daya saing Indonesia dibandingkan destinasi lain di Asia. 

Selain itu, kekurangan tenaga kerja di sektor pariwisata, terutama di bidang perhotelan dan jasa, masih menjadi masalah yang perlu diatasi.

Namun, peluang besar tetap terbuka bagi Indonesia. Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan internasional, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat citra sebagai destinasi wisata berkelanjutan dan berkualitas tinggi. 

Dukungan terhadap pariwisata berbasis komunitas, pengembangan destinasi wisata baru, serta peningkatan infrastruktur dan konektivitas diharapkan dapat mempercepat pemulihan penuh sektor ini.

Optimisme untuk 2024

Melihat tren global dan regional, optimisme terhadap pemulihan pariwisata Indonesia pada akhir 2024 sangat tinggi. Dengan pendapatan pariwisata global yang hampir sepenuhnya pulih, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika tantangan dapat diatasi secara efektif, Indonesia berpotensi menjadi salah satu motor penggerak utama pariwisata Asia-Pasifik di era pasca-pandemi.



Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense