BREAKING NEWS
 

PERDOKJASI Fokus pada Strategi Pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 21 Januari 2025 14:08 WIB
Rakernas PERDOKJASI (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menggelar Rapat Kerja perdana, di Gedung R Soeharto PB IDI, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2025). Dalam kegiatan ini, PERDOKJASI menegaskan komitmen untuk memperjuangkan pengembangan ilmu kedokteran asuransi (insurance medicine) demi mendukung keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.

Ketua Pengurus Pusat PERDOKJASI, Dr. dr. Wawan Mulyawan, menyatakan bahwa PERDOKJASI memiliki empat misi strategis untuk mewujudkan sinergi antara dunia medis dan sistem pembiayaan kesehatan. PERDOKJASI berupaya menjembatani kebutuhan medis dengan keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan pasien.

"Hal ini mencakup pengembangan keilmuan kedokteran asuransi, advokasi kebijakan berbasis bukti, penyusunan standar praktik terbaik, dan perlindungan profesionalisme dokter,” jelasnya, dalam keterangan resmi, Selasa (21/1/2025).

Baca juga : Dorong Kemandirian Energi, Prabowo Resmikan Puluhan Proyek Listrik di Indonesia

Salah satu fokus penting yang dibahas adalah pengembangan program pendidikan formal di bidang kedokteran asuransi. Ketua Dewan Pakar PERDOKJASI, Prof. Dr. dr. Herkutanto, dalam kuliah pakarnya menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak tenaga profesional di bidang ini.

“Ilmu kedokteran asuransi telah berkembang selama 25 tahun terakhir di berbagai negara, namun di Indonesia masih belum ada pendidikan formal. Potensi ini perlu segera dioptimalkan,” ungkapnya.

Adsense

Selain itu, diskusi panel yang dipimpin Ketua Dewan Pengawas PERDOKJASI, Dr. dr. Misbahul Munir, membahas isu terkini pembiayaan jaminan sosial dan perasuransian. Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, memaparkan pentingnya jaminan sosial sebagai amanat konstitusi yang menjadi salah satu pilar kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Baca juga : Raker PDPI 2025, Upaya Wujudkan Kesehatan Paru Indonesia

“Hingga 2024, sebanyak 98,42 persen penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan rata-rata 1,92 juta peserta memanfaatkan layanan setiap harinya. Ini merupakan capaian besar, namun perlu diiringi dengan peningkatan kualitas layanan,” katanya.

Pada diskusi yang sama, dr. Agustina Puspitasari, praktisi Kedokteran Okupasi, menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (JKK-PAK). Kata dia, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan memastikan tenaga kerja produktif tetap sehat dan terlindungi, menjadi modal mewujudkan cita-cita Indonesia Emas Tahun 2045.

"PERDOKJASI diharapkan aktif melakukan advokasi kebijakan, sosialisasi, dan pengembangan penelitian terkait JKKPAK,” ujarnya.

Baca juga : 2024, Penurunan Angka Kemiskinan Di Sumatera Utara Tertinggi Di Indonesia

Dari sisi industri, Kepala Departemen Klaim dan Manfaat Asuransi AAJI, dr. Dian Budiani, juga memberikan pandangan terkait tren asuransi kesehatan di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa klaim asuransi kesehatan pada 2024di industri perasuransian tumbuh signifikan 37,2 persen menjadi sekitar Rp 20,91 triliun.

“Diperlukan respons strategis melalui pendekatan klinis dengan penguatan ekosistem asuransi kesehatan dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan industri,” jelasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, PERDOKJASI menegaskan perannya sebagai motor penggerak sinergi antara profesi medis dan sistem pembiayaan kesehatan yang tepat guna berorientasi pada keilmuan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan misi strategis yang telah dirumuskan, PERDOKJASI optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense