RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu stasiun yang telah melayani pengguna selama lebih dari satu abad, Stasiun Karet, kini akan berhenti melayani pemberhentian KRL. Seluruh operasionalnya akan dialihkan ke Stasiun BNI City, yang dinilai lebih representatif dalam aspek keselamatan dan kapasitas penumpang.
Kebijakan ini memicu beragam respons dari pengguna KRL. Banyak penumpang yang selama ini bergantung pada Stasiun Karet menyayangkan keputusan tersebut, terutama mereka yang bekerja di sekitar area Karet.
Namun, pihak KAI Commuter menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi perjalanan dan memastikan keamanan pengguna.
“Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama karena dengan rangkaian sebanyak 12 gerbong KRL tidak preipal di perlintasan (rangkaian KRL akan menutup perlintasan),” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, Jumat (3/1).
Selain itu, kapasitas Stasiun Karet yang terbatas juga menjadi kendala utama. Dalam satu jam, hampir 2.000 pengguna KRL memasuki stasiun ini, sementara ruang tunggunya hanya mampu menampung sekitar 150 orang. Dengan kondisi seperti ini, risiko keselamatan bagi pengguna, sebutnya semakin besar.
Baca juga : DPR Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Danantara
"Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan sebidang," ucapnya.
Sebagai alternatif, seluruh layanan KRL akan dialihkan ke Stasiun BNI City, yang berjarak 350 meter dari Stasiun Karet. Pihak KAI Commuter menyebutkan bahwa kapasitas dan fasilitas Stasiun BNI City lebih memadai untuk menampung lonjakan penumpang.
Selain itu, lokasi Stasiun BNI City di Dukuh Atas telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya, seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.
Namun, keputusan ini tidak serta-merta diterima tanpa tantangan. Sebagian pengguna KRL mengkhawatirkan jarak tambahan yang harus ditempuh untuk mencapai Stasiun BNI City. Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai penyesuaian, seperti pembangunan trotoar baru di tepi Sungai Ciliwung dan pembukaan akses tambahan melalui Stasiun BNI City untuk mempermudah pergerakan penumpang.
Alasan Penutupan Stasiun Karet
1. Pertimbangan Keselamatan dan Operasional
• Stasiun Karet memiliki peron yang sempit, sehingga tidak mampu menampung seluruh rangkaian KRL 12 gerbong.
• Akibatnya, KRL yang berhenti di Stasiun Karet sering menutup perlintasan sebidang, berisiko menghambat lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Baca juga : Pemerintah Lagi Cari Pembuat Koin Jagat
2. Kapasitas yang Tidak Memadai
• Stasiun Karet hanya mampu menampung 150 orang dalam ruang tunggu, sedangkan idealnya dibutuhkan kapasitas untuk 330 orang per pemberangkatan.
• Sementara itu, Stasiun BNI City dapat menampung hingga 2.000 penumpang per jam, memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.
3. Pengurangan Kemacetan di Sekitar Stasiun
• Letak Stasiun Karet yang berdekatan dengan perlintasan sebidang sering kali menyebabkan kemacetan.
• Dengan pemindahan layanan ke Stasiun BNI City, arus lalu lintas di sekitar Karet diharapkan lebih lancar.
Meskipun tidak lagi melayani pemberhentian KRL, Stasiun Karet tetap akan dijadikan akses menuju Stasiun BNI City. Selain itu, KAI Commuter berencana mengalihfungsikan stasiun ini menjadi area komersial dan ruang publik yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar.
Tentu banyak pengguna KRL yang bergantung pada keberadaan Stasiun Karet ini. Karena sudah sejak lama menjadi bagian penting dalam transportasi perkotaan Jakarta, terutama bagi para pekerja yang beraktivitas di Karet Tengsin, Sudirman, dan sekitarnya.
Diresmikan pada 1 Agustus 1922, stasiun ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api Tanah Abang–Manggarai, yang menggantikan jalur lama Lintas Salemba akibat perubahan tata kota Batavia.
Baca juga : Stafsus Wapres Tinjau Program Pemberdayaan PNM Di Bantar Gebang
Pada tahun 1987, seiring dengan pengembangan KRL Lin Lingkar Jakarta, Stasiun Karet mengalami renovasi dan elektrifikasi jalur, memungkinkan layanan KRL yang lebih modern.
Namun, perkembangan kota yang pesat membuat kapasitas Stasiun Karet semakin terbatas, hingga akhirnya diputuskan bahwa stasiun ini tidak lagi dapat melayani pemberhentian KRL.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.