Dark/Light Mode

National Bank Open 2026, Ben Shelton Juara Bertahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 06:15 WIB
Petenis Amerika Ben Shelton berpose dengan trofi usai menjuarai ATP Masters 1000 National Bank Open 2026 di Montreal, Kanada. (Foto: Instagram/benshelton)
Petenis Amerika Ben Shelton berpose dengan trofi usai menjuarai ATP Masters 1000 National Bank Open 2026 di Montreal, Kanada. (Foto: Instagram/benshelton)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ben Shelton kembali menunjukkan bahwa kemenangan bukan hanya soal pukulan keras, melainkan juga kemampuan menjaga ketenangan ketika tekanan datang. 

Petenis Amerika Serikat itu mempertahankan gelar National Bank Open presented by Rogers di Montreal setelah menundukkan rekan senegaranya, Brandon Nakashima, 6-3, 7-6(4), Jumat (14/8/2026). 

Shelton menyelesaikan turnamen dengan catatan sempurna. Dari enam pertandingan yang dimainkan, petenis unggulan kelima itu tidak kehilangan satu set pun. Gelar tersebut sekaligus menjadi trofi keempatnya sepanjang musim 2026 dan yang ketujuh dalam kariernya di ATP Tour. 

“Saya merasa cara saya bermain pekan ini menunjukkan kerja keras yang sudah saya lakukan,” kata Shelton seusai pertandingan. 

Ia menilai keberhasilannya melewati undian yang berat juga tidak lepas dari kekuatan mental dan kemampuannya tetap fokus di tengah berbagai situasi yang terjadi selama turnamen. 

Baca juga : SJA Textile Kenalkan ‘Teman Main’, Bahan Baju Anak yang Nyaman, Hypoallergenic dan Ramah Lingkungan

Kemenangan atas Nakashima mulai terbuka ketika Shelton mendapatkan break pada kedudukan 3-3 di set pertama. Sebuah pengembalian keras yang berujung winner memberi petenis kidal itu momentum untuk mengambil kendali pertandingan. 

Sejak saat itu, Shelton semakin leluasa mengatur tempo. Servisnya menjadi pondasi permainan, sementara forehand yang agresif terus memaksa Nakashima bertahan. 

Data Infosys ATP Stats menunjukkan Shelton tidak menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan. Ia juga mampu mengonversi dua dari empat peluang break yang diperolehnya. 

Situasi tersebut memperlihatkan perkembangan penting dalam permainan Shelton. Ia tidak sekadar mengandalkan tenaga dan kecepatan pukulan, tetapi semakin mampu menggunakan variasi permainan untuk mengendalikan lawan. Di Montreal, servis, pengembalian, pergerakan, dan pukulan dari garis belakang berpadu dalam satu permainan yang relatif konsisten. 

Poin terakhir menjadi gambaran yang tepat mengenai penampilannya. Setelah menghasilkan forehand winner untuk memastikan kemenangan dalam waktu satu jam 27 menit, Shelton tersenyum ke arah boks pemainnya dan menunjuk lapangan. 

Baca juga : Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Data Dijamin Aman, Ekonomi Terpetakan

Ia kemudian kembali ke tengah lapangan, melepaskan teriakan kemenangan, sebelum memeluk keluarganya yang ikut merayakan keberhasilan tersebut.

Bagi Shelton, gelar Montreal bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Ia menjadi petenis putra keempat pada abad ini yang mampu mempertahankan gelar turnamen Kanada. Pencapaian serupa diraih Andy Murray pada 2009 dan 2010, Novak Djokovic pada 2011 dan 2012, serta Rafael Nadal pada 2018 dan 2019. 

Rangkaian kemenangan itu juga memperlihatkan konsistensi Shelton sepanjang musim. Sebelum berjaya di Montreal, pemain berusia 23 tahun tersebut telah meraih gelar di Dallas, Munich, dan Stuttgart. 

Rekor pertemuannya dengan Nakashima pun semakin mengesankan karena Shelton kini memenangi seluruh enam pertandingan dalam seri Lexus ATP Head2Head mereka. 

“Saya tidak bisa lebih bahagia dengan cara saya memenangi pekan ini,” ujar Shelton dalam konferensi pers. 

Baca juga : Stok Beras 5,2 Juta Ton, Amran Pede Indonesia Aman Hadapi El Nino

Ia merasa mampu bergerak dengan baik, memukul bola secara efektif, serta tampil kuat dalam servis dan pengembalian. Menurut dia, kemampuannya bermain dari seluruh area lapangan menjadi salah satu kunci keberhasilan. 

Di sisi lain, kekalahan di final tidak menghapus pekan positif bagi Nakashima. Petenis berusia 25 tahun itu untuk pertama kalinya mencapai final turnamen level Masters 1000. Ia datang dengan kesempatan meraih gelar ATP keduanya setelah terakhir kali menjadi juara di San Diego pada 2022. 

Meski gagal membawa pulang trofi, perjalanan Nakashima di Montreal memberikan hasil penting. Keberhasilannya mencapai final membuat peringkatnya naik ke posisi tertinggi sepanjang karier, yakni nomor 22 dunia dalam PIF ATP Rankings. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.