BREAKING NEWS
 

Gerakan Ramadan Ramah Anak: Orang Tua Diminta 1 Jam Tanpa HP, Fokus Keluarga

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 5 Maret 2025 22:30 WIB
Deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah meluncurkan Gerakan Ramadan Ramah Anak. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat dalam memenuhi hak anak atas pengasuhan dan pendidikan selama Ramadan.

Gerakan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan enam kementerian dan lembaga lainnya. Keenamnya yakni, Kementerian Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kantor Staf Presiden.

Dalam deklarasi bersama, Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya interaksi berkualitas dalam keluarga, terutama selama Ramadan. Salah satu program utama yang dicanangkan adalah "1 Jam Berkualitas Bersama Keluarga Tanpa Gawai". 

Melalui gerakan Gerakan Ramadan Ramah Anak, Pemerintah mengimbau seluruh keluarga Indonesia untuk memanfaatkan waktu kumpul bersama. Dalam suasana itu, tidak boleh ada gangguan perangkat digital, terutama yang menyangkut media sosial.

"Dengarkan dan hargai pendapat anak, perbanyak diskusi dengan mereka. Komunikasi dua arah yang harmonis akan meningkatkan kelekatan serta menciptakan kehangatan dalam keluarga," ujar Arifah, di sela acara deklarasi bersama, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Menteri PPPA mengatakan, gerakan ini diluncurkan bukan sebagai acara seremonial  atau musiman saja. Gerakan ini harus mampu membentuk kebiasaan positif dalam rutinitas kehidupan keluarga secara berkelanjutan.

Baca juga : Ramadan Ramah Anak, Menag Ajak Guru & Orangtua Perhatikan Hak Anak

“Momentum Ramadan ini sangat tepat untuk membangun kebiasaan baik yang bisa terus dilakukan setelahnya,” tuturnya. 

Arifah mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadan. Para orang tua perlu meningkatkan kualitas pengasuhan dan interaksi bersama anak.

“Lakukan ibadah bersama keluarga seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, sampaikan kisah-kisah Rasulullah, dan mendengarkan cerita anak tentang hal baik yang mereka lakukan,” pesan Arifah.

Gerakan ini mengusung lima strategi utama untuk mendukung pengasuhan dan pendidikan anak. Pertama, penguatan pendidikan karakter anak. Menurutnya, karakter bisa dibentuk melalui rutinitas yang menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual.

Kedua, penguatan kapasitas pengasuhan, dengan memberikan dukungan kepada orang tua dalam mendidik anak. Ketiga, penguatan lingkungan keluarga, agar tercipta suasana yang harmonis dan kondusif bagi pertumbuhan anak.

Adsense

Keempat, penguatan peran masyarakat, dengan mendorong komunitas untuk turut serta dalam mendukung kesejahteraan anak. Kelima, penguatan kebijakan pemerintah, guna memastikan implementasi kebijakan yang mendukung hak anak.

Baca juga : Pemerintah Diminta Turun Tangan

Dia megaskan, keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama berbagai pihak, termasuk masyarakat. “Jika kita ingin anak-anak tumbuh dengan baik, keluarga harus menjadi lingkungan pertama yang memberikan contoh positif," tutur Arifah.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya orang tua, memanfaatkan waktu luang selama Ramadan untuk memperkuat interaksi keluarga. Dia juga meminta para orang tua mendampingi anak-anak dalam mengakses informasi di ruang digital. 

“Jadikan keluarga kita sebagai teladan bagi anak-anak dan dampingi mereka dalam mengakses informasi,” imbau Meutya.

Menkomdigi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka, terutama saat mengakses informasi atau bermain gawai. Menurutnya, ruang digital tidak memiliki batasan, sehingga orang tua perlu aktif berdiskusi dengan anak tentang informasi yang mereka terima. 

“Ajak anak-anak berdiskusi tentang informasi yang mereka dapatkan, karena saat ini informasi tidak terbatas dan memiliki risiko tersendiri bagi anak,” pesannya.

Pada acara yang sama, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menekankan arti penting peran orang tua dalam memberikan perhatian penuh kepada anak. Bulan Ramadan sebagai momentum yang tepat bagi orang tua untuk emong atau mengajak anaknya ngobrol.

Baca juga : Jelang Ramadan, Kapolri Dan Panglima TNI Bagikan 161.411 Paket Bansos

“Semoga di Ramadan ini, Ibu dan Bapak bisa lebih banyak berkomunikasi dan mengajak anak bercerita,” kata Wihaji.

Ia juga mengingatkan, anak-anak adalah generasi emas penerus bangsa yang perlu dibimbing dengan baik. Mereka bakal menjadi pemimpin masa depan.

Gerakan “1 Jam Berkualitas Bersama Keluarga Tanpa Gawai" diklaim sebagai langkah konkret Pemerintah untuk mendorong interaksi keluarga yang sehat tanpa gawai, khususnya selama bulan Ramadan. Selain Pemerintah, organisasi perempuan keagamaan juga terlibat dalam mendukung gerakan ini. Sejumlah organisasi telah aktif dalam program pemenuhan hak anak, terutama selama Ramadan.

Sebagai bentuk dukungan, deklarasi ini juga dihadiri secara daring salah satunya perwakilan organisasi dari TK Aisyiyah 21 Rawamangun Jakarta dan TK Muslimat NU Pondok Cabe Tangerang Selatan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan program ini.

Gerakan Ramadan Ramah Anak diharapkan dapat memberikan dampak nyata. Sehingga tercipta lingkungan keluarga yang lebih harmonis, interaktif, dan bebas dari ketergantungan gawai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense