BREAKING NEWS
 

Serap Aspirasi Warga Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Gelar Silaturahmi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 8 Maret 2025 10:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat nongkrong bareng dan slaturahmi Gubernur bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, Kamis (7/3/2025) malam. (Foto: Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemandangan Pendopo Kabupaten Kendal tidak seperti biasanya. Malam itu penuh dengan orang-orang. Para tetamu menduduki kursi-kursi yang disediakan, Jumat (7/3/2025) pukul 20 00 WIB

Tamu yang berdatangan dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat, oraganisasi pemuda, petani, nelayan, dan elemen lainnya yang ada di Kabupaten kendal.

Di bagian depan, nampak Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Kendal Benni Karnadi, dan tokoh-tokoh lainnya.

Malam itu dihelat acara Nongkrong Bareng dan Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Dengan penuh gayeng, canda, dan tawa acara itu berlangsung. Silaturahmi berlangsung hangat dan akrab.

Dengan segenap perhatiannya, Gunernur Jateng, Ahmad Luthfi mendengarkan satu demi satu keluhan, masukan, dan usulan masyarakat perihal berbagai masalah. 

Banyak bahasan yang disampaikan; mulai dari persoalan lingkungan, pertanian, pendidikan, serapan tenaga kerja, infrastruktur, nelayan, anggaran, serta masalah sosial lain. 

Baca juga : Efisiensi Anggaran, Gubernur Sulbar Cuma Punya Satu Ajudan

Salah seorang tokoh nelayan, Triyono mengadukan mengenai sedimentasi di muara sungai di daerahnya yang acap menjadi penghambat bagi nelayan untuk pergi dan pulang melaut. 

"Tolong kami bisa lebih diperhatikan. Nelayan kami susah payah ketika akan melaut karena pendangkalan di muara,” ucapnya.

Malam semakin larut, waktu terus berjalan, detik tidak pernah berjalan mundur.

Aspirasi demi aspirasi masyarakat masih disampaikan. Salah seorang petani, Nur Faizin menyampaikan keluhannya mengenai harga beli jagung dan padi yang secara praktik belum sesuai regulasi pemerintah pusat. 

"Pas panen harga jatuh. Harga jagung dan padi memang sudah ada penetapan (standar harga, tetapi praktiknya jauh panggang dari api," ujarnya mewakili suara petani di Kendal. 

Adsense

Silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ahmad Luthfi berkeliling ke-35 kabupaten/kota pada awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah. 

Sebelumnya juga sudah terlaksana di Kabupaten Kudus dan Jepara. Tujuan untuk menyerap apirasi, menggali potensi, dan menemukan permasalahan kemasyarakatan untuk kemudian diintegrasikan menjadi sebuah kebijakan. 

Baca juga : Banjir Meluas, Gubernur Pram Tetapkan Jakarta Siaga 2

"Saya ingin mendengar apa yang harus dilaksanakan lima tahun ke depan," kata Ahmad Luthfi. Jumat (7/3/2025).

Menanggani berbagai aspirasi masyarakat di acara malam itu, Luthfi mengatakan, normalisasi di sejumlah sungai menjadi salah satu programnya untuk mengatasi sejumlah permasalahan di bidang pertanian dan perikanan.

“Di beberapa titik sudah dilaksanakan, Di Kendal ada di Gempolsewu," katanya. 

Menanggapi masalah para petani itu, lanjut Mantan Kapolda Jateng ini, sektor pertanian merupakan salah satu yang terus diperjuangkan. 

Terlebih Jawa Tengah diproyeksikan menjadi penumpu pangan nasional dan salah satu penumpu program swasembada pangan nasional. Maka dari itu, perbaikan infrastruktur pertanian terus digenjot.

Termasuk di dalamnya normalisasi sungai dan saluran pengairan atau irigasi, mulai dari waduk, embung, hingga saluran sekunder dan tersier. 

Untuk menopang produktivitas petani, pemerintah juga sudah menambah stok pupuk subsidi dan mempermudah proses mendapatkannya. 

Baca juga : Ratusan Warga Bidara Cina Mengungsi Karena Banjir Semakin Parah

Petani tidak lagi perlu menggunakan kartu tani atau lainya, cukup menunjukkan KTP bisa membeli pupuk langsung ke Gapoktan. 

Sementara mengenai harga beli dari petani, Luthfi menegaskan bahwa Bulog dan seluruh rekanannya telah menandatangani MoU dengan mitra Bulog termasuk penggilingan padi. Bulog juga akan membeli padi dan jagung sesuai standar harga yang ditetapkan. 

Adapun Pemprov Jateng juga memiliki BUMD PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB). BUMD ini akan ikut serta menyerap hasil panen para petani dengan harga yang wajar.

"Ini bisa menjaga stabilitas harga,” pungkas Luthfi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense