RM.id Rakyat Merdeka - Halal bihalal menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia pada momen Idul Fitri. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap, hal itu menjadi salah satu cara mensyukuri kedamaian Indonesia.
Menurut Menag, Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan keragaman budaya, bahasa, dan agama. Meskipun demikian, bangsa ini mampu menjaga keharmonisan.
"Indonesia itu satu-satunya negara yang begitu luas, dengan lebih dari 17.000 pulau dan 350 bahasa lokal, tetapi tetap damai. Ini anugerah besar yang harus kita syukuri," ucap Menag, saat menghadiri halal bihalal keluarga besar Pondok Pesantren As'adiyah Macanang, di Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (6/4/2025), seperti dimuat dalam laman kemenag.go.id.
Baca juga : Sejarah Halal Bihalal, Ternyata Sudah Muncul Sejak 1924
Hadir dalam acara tersebut Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Helmi Halimatul Udhma, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan Aly Yafid, Bupati Wajo Andi Rosman, Direktur Pesantren Basnang Said, serta para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
Di hadapan pengasuh, santri, dan alumni Pesantren As'adiyah, Menag memaparkan konsep trilogi kerukunan, yaitu hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan Tuhan. Menurutnya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang harus tunduk pada dua sistem hukum: hukum takwini (hukum alam) dan hukum tasyri’i (hukum syariat).
“Semua ciptaan Allah tunduk pada hukum alam, tetapi manusia juga wajib menaati hukum syariat. Inilah yang membedakan manusia sebagai khalifah di bumi,” jelasnya.
Baca juga : Berapa Harga iPhone 16? Ini Daftar Lengkap & Informasi Ketersediaan di Indonesia
Menag mengapresiasi perkembangan pembangunan Pesantren As’adiyah. Sejumlah gedung bertingkat dan masjid telah berdiri megah.
"Bahkan sebelum saya menjadi Menteri Agama, Pondok Pesantren ini sudah berkembang pesat. Semoga ke depan kita bisa terus berbuat lebih banyak lagi," ujarnya.
Bupati Wajo Andi Rosman, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Menag dan rombongan. Dia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, sembari mengungkap amanah yang diterima dari Menag.
Baca juga : Halal Bihalal Wamenaker Noel-Habib Rizieq: Indahnya Kedewasaan Berpolitik
Puncak halal bihalal dimeriahkan peluncuran Lazis As'adiyah sebagai lembaga amil zakat yang sudah berizin. Selain itu, dilakukan penyerahan sertifikat wakaf sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengelolaan aset wakaf untuk kemaslahatan umat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.