BREAKING NEWS
 

Saatnya Berinvestasi Pariwisata Di Indonesia

Writer : Taufan Rahmadi
Editor : SAIFUL BAHRI
Kamis, 17 April 2025 12:13 WIB
Foto CEO Danantara Rosan Roeslani dalam kunjungan Bilateral ke Qatar

Di tengah pemulihan ekonomi global pasca-pandemi, sektor pariwisata Indonesia tampil sebagai lokomotif baru pertumbuhan yang tangguh. Tahun 2024 mencatat pencapaian monumental: lebih dari 13,9 juta wisatawan mancanegara dan 1,02 miliar perjalanan domestik, angka yang menunjukkan pulihnya kepercayaan dan naiknya daya saing pariwisata nasional.

Namun demikian, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih bertengger di angka 4,5%, jauh dari potensi maksimal. Padahal, Indonesia memiliki segala keunggulan untuk menjadi episentrum investasi pariwisata di Asia: kekayaan alam, keanekaragaman budaya, bonus demografi, dan stabilitas politik yang menjanjikan.

Mengapa saat ini adalah momentum terbaik untuk investasi pariwisata?

Pertama, pemerintah telah menyiapkan ekosistem investasi yang jauh lebih inklusif dan strategis. Program 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan kawasan Special Economic Zones (SEZs) bukan hanya menciptakan destinasi baru selain Bali, tapi juga menyediakan insentif fiskal dan non-fiskal bagi investor. Misalnya, di Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, hingga Morotai, investor ditawarkan tax holiday, pembebasan bea masuk, dan kepastian perizinan melalui sistem OSS.

Baca juga : Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kedua, potensi pasar domestik yang masif menjadikan Indonesia sangat unik. Dari total pengeluaran pariwisata 2024, 91% berasal dari wisatawan domestik. Artinya, pasar dalam negeri sudah cukup kuat untuk menopang keberlanjutan proyek wisata, bahkan sebelum menyasar pasar global.

Ketiga, segmen-segmen niche seperti wellness tourism, gastro tourism, sport tourism, hingga halal tourism masih terbuka luas dan belum tergarap maksimal. Indonesia memiliki semua modal untuk memimpin segmen-segmen ini, mulai dari warisan budaya, ragam kuliner, hingga kekayaan laut yang belum tertandingi.

Keempat, iklim investasi hijau dan digital semakin kondusif. Pemerintah mendorong skema pembiayaan seperti green sukuk, sustainable loan, dan Indonesia Quality Tourism Fund sebagai sumber modal untuk pembangunan destinasi yang ramah lingkungan. Proyek seperti Green School Bali, Gili Eco Trust, dan Quantum Temple adalah contoh sukses sinergi antara inovasi, konservasi, dan pemberdayaan komunitas.

Adsense

Menuju Pariwisata Masa Depan

Baca juga : Relive Wear Siap Pasarkan Pakaian Kesehatan Di Indonesia

Untuk mengakselerasi investasi pariwisata, perlu langkah nyata:

1. Membentuk Gugus Tugas Nasional Percepatan Investasi Pariwisata yang lintas kementerian dan daerah.

2. Menyederhanakan perizinan di kawasan prioritas wisata dan mendorong pola investasi publik-swasta (PPP).

3. Mengembangkan inkubator startup pariwisata daerah untuk mendorong TravelTech dan EcoTech berbasis komunitas.

Baca juga : Kolaborasi Lintasarta dan NVIDIA Percepat Adopsi AI di Indonesia

4. Meningkatkan pendidikan vokasi dan sertifikasi talenta muda melalui politeknik pariwisata dan program wirausaha kampus.

Pariwisata Indonesia bukan sekadar destinasi, tetapi ekosistem pembangunan masa depan. Investasi di sektor ini bukan hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menanamkan nilai pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Sekaranglah saatnya menjadikan investasi pariwisata sebagai investasi masa depan Indonesia.


Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense