BREAKING NEWS
 

Deradikalisasi Perlu Berkesinambungan Dan Butuh Sinergi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 23 April 2025 17:19 WIB
Ilustrasi ikrar setia narapidana terorisme. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah seorang Narapidana Terorisme (Napiter) asal Brebes, Wartoyo menyampaikan proses deradikalisasi harus diiringi dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Sehingga mereka benar-benar mandiri dan tidak hanya berhenti ketika mengucapkan ikrar setia NKRI.

"Pembinaan tidak boleh berhenti di situ. Harus terus didampingi sampai betul-betul bisa mandiri,” kata Wartoyo, dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).

Menurut Wartoyo, ikrar setia NKRI merupakan capaian yang baik sebagai langkah awal dalam melihat pemikiran dan ideologi dari para narapidana terorisme. "Ikrar NKRI itu langkah awal. Status boleh berubah dari ‘merah’ menjadi ‘hijau’," sambungnya.

Wartoyo pun menekankan pentingnya program deradikalisasi di luar lapas yang tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, melainkan juga menggali bakat dan keterampilan setiap individu secara personal.

Baca juga : Hana Bank Luncurkan Produk Tabungan Berjangka Goal Savings

"Jangan disamaratakan. Jangan hanya dikasih modal usaha, lalu dilepas begitu saja. Harus dicari tahu minatnya, kemampuannya, kemudian dipantau dan dibimbing sampai bisa jalan," tegasnya.

Lebih jauh, Wartoyo juga menceritakan pengalamannya ketika bebas dari penjara pada tahun 2014 silam. Dirinya mengaku harus menghadapi tudingan bahkan candaan bernada sinis dari lingkungan sekitar.

Adsense

Hal semacam ini, menurutnya, dapat mengganggu mental para eksnapiter yang baru saja mencoba memulai hidup baru. Ia pun menyoroti pentingnya sinergi antara BNPT dengan unsur Pemerintah Daerah dan kewilayahan, dari RT, RW, kelurahan, camat, kepolisian (Polsek dan Polres), TNI (Koramil dan Kodim) serta pemda setempat dalam hal ini Kesbangpol.

Pendekatan ini diyakini dapat memudahkan proses penerimaan eks Napiter di tengah masyarakat dan mencegah mereka kembali ke jalan yang salah.

Baca juga : Kartini Penggerak Lingkungan dari Sampah Bukit Berlian

"Deradikalisasi itu bukan cuma tanggung jawab BNPT, harus ada kerja sama yang kuat dengan Pemerintah Daerah. Dari pusat sampai tingkat desa harus serius mendampingi, bukan sekadar mengawasi," tambahnya.

Wartoyo yang kini mengelola sebuah tempat usaha bersama berbasis wisata air bernama Podomoro di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah, membuka ruang bagi eksnapiter yang telah berikrar setia kepada NKRI untuk belajar berbagai keterampilan, dari otomotif hingga pengelolaan usaha kecil.

Menurutnya, dengan cara ini, eksnapiter tidak hanya diberi ‘pancing’, tetapi juga diarahkan cara memancing yang tepat agar kelak mereka bisa bertahan hidup secara mandiri.

"Saya selalu pesan, jangan cuma dikasih uangnya, tapi beri juga ilmunya. Dampingi sampai mereka betul-betul bisa jualan atau membuka usaha sendiri. Kalau dibiarkan tanpa pembinaan, bisa-bisa mereka balik lagi ke jaringan," ujarnya.

Baca juga : Persib Bandung Cuma Butuh 8 Poin Lagi

Melalui sinergi, pendampingan, serta penguatan pembinaan berbasis kebutuhan masing-masing individu, Wartoyo percaya bahwa proses deradikalisasi bisa menjadi jembatan bagi eksnapiter untuk kembali berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus mencegah lahirnya kembali paham radikalisme.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense