Dark/Light Mode

Inggris Vs Argentina, Duel Mental Juara Menuju Final Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 13:08 WIB
Harry Kane dan Lionel Messi. (Foto : FIFA)
Harry Kane dan Lionel Messi. (Foto : FIFA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inggris dan Argentina akan saling berhadapan pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis  (16/7/2026) dini hari WIB.

Laga ini bukan hanya mempertemukan dua tim besar, tetapi juga dua skuad yang sama-sama menunjukkan mental baja sepanjang fase gugur.

Perjalanan menuju empat besar tidak diraih dengan mudah. Inggris harus berjuang keras menyingkirkan Republik Demokratik Kongo, Meksiko, hingga Norwegia. Sementara Argentina dipaksa bekerja ekstra saat menghadapi Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss.

Gelandang Argentina, Rodrigo De Paul, menilai Piala Dunia kali ini penuh kejutan karena banyak tim unggulan tumbang lebih cepat.

Baca juga : Menjaga Integritas Penegakan Hukum Menuju Indonesia Emas 2045

"Piala Dunia ini penuh kejutan. Banyak tim favorit tersingkir lebih awal. Kami harus berjuang sampai detik terakhir," ujarnya.

Meski sama-sama lolos ke semifinal, kedua pelatih tidak sepenuhnya puas dengan performa timnya. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengakui anak asuhnya masih memiliki banyak kekurangan meski berhasil menyingkirkan Swiss.

"Kami kesulitan. Kami tahu pertandingan akan sulit dan ada beberapa situasi yang tidak mampu kami atasi. Kami juga sedikit beruntung. Kami harus jujur, masih banyak yang perlu diperbaiki," kata Scaloni.

Nada serupa disampaikan pelatih Inggris, Thomas Tuchel. Ia menilai permainan The Three Lions saat mengalahkan Norwegia lewat perpanjangan waktu masih jauh dari kata sempurna.

Baca juga : Swiss Vs Argentina, Messi Cs Rentan Dan Punya Celah

"Hasilnya luar biasa, tetapi saya tidak puas dengan penampilan kami. Kami terlalu sering melakukan kesalahan teknik dan bermain tidak cukup cepat. Hari ini kami juga beruntung," ujar Tuchel.

Berbeda dengan sang pelatih, kapten Inggris Harry Kane justru melihat sisi positif. Menurutnya, lolos ke semifinal sambil masih memiliki ruang untuk berkembang menjadi modal berharga.

Jude Bellingham juga menegaskan kekuatan terbesar Inggris bukan hanya kualitas teknik, tetapi mental menghadapi tekanan.

"Yang terpenting adalah bagaimana menghadapi kesulitan. Tim ini kembali membuktikan mampu melewati situasi sulit," ucapnya.

Baca juga : Persib Tak Pasang Target Juara di Piala Presiden 2026

Di kubu Argentina, semangat juang dipimpin Lionel Messi. Meski telah meraih berbagai gelar bergengsi, megabintang berusia 39 tahun itu menegaskan La Albiceleste belum kehilangan ambisi.

"Tim ini tidak pernah berhenti bersaing dan selalu ingin meraih lebih banyak. Apa yang dicapai skuad ini sungguh luar biasa, dan kami ingin melangkah lebih jauh," kata Messi.

Dengan sama-sama ditempa laga-laga berat sepanjang turnamen, duel Inggris kontra Argentina diprediksi menjadi salah satu semifinal paling sengit di Piala Dunia 2026.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.