Dark/Light Mode

Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti

Selasa, 14 Juli 2026 14:09 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) Global Ratings yang kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia membuktikan berbagai sentimen negatif terhadap perekonomian nasional selama ini tidak terbukti.

Dalam laporan bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable, S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

"Hal yang kita ambil positif dari pernyataan atau rating S&P ini adalah dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera oleh berita negatif, rating kita akan turun, anggaran kita dilakukan secara brutal, dan lain-lain, sehingga ada kesan bahwa peringkat utang kita akan diturunkan, bukan hanya outlook-nya saja," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (14/7/2026).

Menurut dia, keputusan S&P tersebut menjadi sinyal positif sekaligus menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca juga : Bus Shalawat Dihentikan Sementara Jelang Puncak Haji

"Jadi, pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, yang jujur, prudent, dan independen melihat kebijakan kita baik," ujarnya.

Purbaya mengatakan hasil penilaian itu juga tidak terlepas dari komunikasi yang dilakukan pemerintah bersama DPR RI dengan investor dan lembaga pemeringkat saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan DPR menjelaskan bahwa hubungan keduanya berjalan baik sehingga kebijakan ekonomi yang diambil memiliki kesinambungan.

"Beberapa bulan lalu, bulan April, kami dan anggota DPR RI datang ke sana, bertemu investor dan S&P, dan menggambarkan bahwa di Indonesia tidak sama dengan negara lain," katanya.

Baca juga : Purbaya: Pemerintah Siapkan Anggaran Besar Untuk Perkuat Pertahanan

Ia menambahkan, pemerintah dan DPR menunjukkan adanya sinergi dalam menjaga keberlanjutan kebijakan ekonomi nasional.

"DPR dengan Pemerintah adalah satu kesatuan yang baik, sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada," ujar Purbaya.

Menurut dia, hasil afirmasi S&P menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat.

Ke depan, pemerintah berharap sinergi dengan DPR terus diperkuat agar pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dilakukan secara prudent, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta terhindar dari penyimpangan.

Baca juga : Heran Isi Rekening Sultan Kemnaker Capai Rp 75 M, KPK: Tak Terbatas!

Purbaya juga menilai afirmasi peringkat kredit tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun optimisme masyarakat, pelaku pasar keuangan, dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Saya pikir ke depan dengan berita ini kita bisa mulai lebih berani menceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal, dan lain-lain termasuk rupiah, bahwa kita ke depan tinggal maju saja tidak mundur lagi. Jadi, Indonesia bukan Indonesia cemas, tetapi Indonesia menuju Indonesia Emas," kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.