BREAKING NEWS
 

Bongkar Kasus Penipuan Jual Beli Saham Dan Kripto

Polda Metro Jaya Gandeng Interpol

Reporter : OSPI DARMA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 4 Mei 2025 07:15 WIB
Jumpa pers pengungkapan kasus penipuan dalam jaringan (online scamming) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/5/2025). (Foto: Instagram/poldametrojaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya menggandeng International Criminal Police Organization (Interpol) untuk menelusuri aset YCF dan SP, dua tersangka kasus dugaan penipuan dalam jaringan (online scamming) internasional dengan modus jual beli saham dan kripto fiktif.

Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto GM Pasaribu mengungkapkan, ketika menerima uang dari kor­ban, pelaku langsung mengubahnya ke dalam aset kripto dan mengirimkan ke beberapa penukar di luar negeri.

“Ini membutuhkan bantuan pihak-pihak terkait, termasuk in­terpol,” ujar Roberto, di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Interpol akan diminta bantu­annya untuk melakukan upaya paksa terhadap para target yang sudah ada di dalam data infor­masi polisi.

Baca juga : Petani Semakin Mudah Beli Pupuk Sesuai HET

Kasus penipuan ini berawal ketika para korban melihat iklan di Facebook yang menawarkan perdagangan saham luar negeri.

Korban lalu menghubungi kontak di iklan tersebut dan dia­jak bergabung ke komunitas investasi saham bernama Morgan Asset Group Ltd.

Pelaku kemudian mengirim pesan ke aplikasi WhatsApp korban untuk bergabung bermain saham di bursa saham di India. Keuntungan yang ditawarkan mencapai 150 persen.

Para korban kemudian dibuat­kan akun trading dan diminta menyetor sejumlah uang.

Baca juga : Indonesia Masih Jadi Tujuan Utama Investor

Padahal, itu merupakan situs (website) fiktif buatan YCF dan SC, yang mencerminkan keadaan nyata (realtime) dari pasar saham.

Para korban bisa melihat naik turunnya harga saham, bahkan nilai bitcoin untuk transaksi kripto,di situs tersebut. Mereka pun tertarik berinvestasi di situs tersebut.

“Misalnya, bitcoin itu nilai rupiah atau nilai dolarnya bera­pa. Itu sama yang ditampilkan aplikasi-aplikasi lain. Nah inilah yang membuat para korban merasa yakin,” ungkapnya.

Yang lebih meyakinkan, ketika memasuki situs saham fiktif itu, para korban juga diarahkan melalui konferensi video oleh seorang yang seolah-olah nyata.

Adsense

Baca juga : DKI Berpotensi Kantongi Retribusi Ratusan Miliar

Namun rupanya itu adalah tayangan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kasus ini terkuak ketika sejumlah korban berupaya melakukan penarikan modal dan keuntungan perdagangan saham tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense