Sebelumnya
Selain itu, tambah Hanny, tren kejadian IMS terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan usia penderita yang semakin muda. Jika tidak segera ditangani, IMS dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang panggul, kehamilan ektopik, hingga infertilitas. “Bayi yang lahir dari ibu dengan IMS juga berisiko mengalami kematian neonatal, berat lahir rendah, atau lahir prematur,” jelasnya.
Rilis data HIV dan IMS dari Kemenkes ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. “Ya ampun, pasien terkena HIV AIDS banyak, disebabkan oleh hubungan sesama jenis. Miris banget liat pergaulan remaja jaman sekarang,” cuit akun @jessicaberliin.
Baca juga : Harga Minyak Dunia Terancam Meroket, Semoga APBN Tetap Aman
“Soal HIV, yang perlu dipahami perilaku seksual yang berisiko tinggi baik dilakukan oleh hetero maupun homo bisa menyebabkan penularan. Banyak kasus HIV pada hetero, karena memang mereka mayoritas di populasi,” tulis akun @installupdate.
“Ini mungkin juga karena perkembangan teknologi dan sulitnya kita menerima, edukasi seksual sangat penting sejak usia dini,” kata akun @wwaralaba1988.
Baca juga : DPR Minta Polri Gerak Cepat Tangkap Penebar Teror Bom
“Yang dikhawatirkan dari kasus HIV dan IMS, makin banyaknya obat tradisional mengklaim bisa melawan dan menyembuhkan HIV dan IMS. Sembuh nggak, komplikasi, dan perburukan iya,” tutur akun @namasayalaut. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 23 Juni 2025 dengan judul "Kemenkes Fokus Pada 3 Sektor, Tekan Penyebaran HIV Melalui Edukasi, Deteksi & Pengobatan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.