BREAKING NEWS
 

Kapolri Ungkap Alasan Penyebab Kematian Diplomat Arya Belum Diumumkan

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Jumat, 18 Juli 2025 20:39 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto: Dwi Pambudo/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah lebih dari seminggu sejak diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), ditemukan tewas dalam kondisi misterius di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7). Namun penyebab kematiannya masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kelambatan pengumuman hasil penyelidikan bukan berarti polisi bekerja lambat. 

Baca juga : Mulai 1 Agustus, Sebagian Penerbangan Di Bandara Halim Pindah ke Soetta

"Semua hasil forensik dan saksi kami kumpulkan agar bisa disimpulkan secara akurat. Tunggu hasil labfor dan kedokteran forensik," tegas Sigit di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kamis (17/7).

Adsense

Kapolri menjelaskan, pihaknya sengaja mengambil waktu untuk memastikan penyelidikan dilakukan secara cermat dan ilmiah. Pendekatan saintifik ini dianggap penting mengingat kasus ini melibatkan pejabat negara dan memiliki ciri-ciri yang tidak biasa.

Baca juga : Frederik Kalalembang: Percayakan Penyelidikan Kematian Diplomat Ke Polisi

Sepekan yang lalu, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menargetkan hasil penyelidikan kasus ini beres dalam tujuh hari. “Insya Allah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," kata Karyoto kepada wartawan dikutip Jumat, (11/7) lalu.

Kasus ini menarik perhatian publik karena kondisi jenazah yang tidak biasa. Meski kepala Arya ditemukan dalam keadaan tersolasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun barang yang hilang dari tempat kejadian. Fakta ini menambah kompleksitas penyelidikan.

Baca juga : Polda Metro Target Seminggu Bongkar Misteri Meninggalnya Diplomat Arya

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi telah mengungkapkan bahwa tim forensik melakukan pemeriksaan menyeluruh. "Pemeriksaan secara laboratoris organ-organ dalamnya dan patologinya," jelas Ade.

Jenazah Arya ditemukan di Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa pagi (8/7/2025). Pengecekan awal dilakukan penjaga kos setelah mendapat permintaan dari istri Arya yang tinggal di Yogyakarta, karena ponsel suaminya tidak bisa dihubungi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense