Dark/Light Mode

Polda Metro Target Seminggu Bongkar Misteri Meninggalnya Diplomat Arya

Jumat, 11 Juli 2025 22:15 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Foto: Instagram/adeary_millcop
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Foto: Instagram/adeary_millcop

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya menargetkan kasus meninggalnya diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), bisa terungkap dalam waktu seminggu.

Penyebab meninggalnya Diplomat Arya di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7) lalu, hingga kini masih misteri.

Untuk membongkar misteri itu, tim penyelidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hari ini, Jumat (11/7).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, dalam olah TKP tadi, sejumlah ahli dilibatkan. 

Baca juga : Legenda Dangdut Hamdan ATT Meninggal Dunia, Disemayamkan Di Kramat Jati

"Ini kolaborasi interprofesi dengan prinsip profesional, proporsional, dan kehati-hatian," ujar Kombes Pol Ade Ary.  

Tim terdiri dari kedokteran kepolisian, Puslabfor, Inafis Bareskrim Polri, serta dokter RSCM yang menangani otopsi. Ade Ary bilang, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan organ dalam secara laboratoris. Termasuk dugaan diracun.

“Semua dilakukan sesuai SOP," tegasnya. 

Ia juga menanggapi pertanyaan soal blindspot CCTV, jendela kamar yang terbuka hingga sidik jari di lakban. Ade Ary menegaskan semua barang bukti yang ditemukan di TKP, telah didokumentasikan.  

Baca juga : PM India Datangi Lokasi Jatuhnya Pesawat Air India

"Ini juga masih dalam proses pemeriksaan pendalaman oleh penyelidik ya," jelasnya.  

Sementara spekulasi di media sosial yang mengaitkan kematian Arya dengan pekerjaannya menangani sejumlah kasus WNI, termasuk di Kamboja juga didalami polisi.  

"Jenazah adalah barang bukti platinum. Barang bukti yang utama. Ini dilakukan analisis dan pemeriksaan laboratoris. Itu tadi organ dalamnya, patologinya nanti hasilnya apa akan kita sampaikan,” tuturnya.

Keluarga korban, kata Ade Ary juga telah dimintai keterangan. Namun demikian, polisi belum merinci permintaan khusus dari pihak keluarga.  

Baca juga : Demo Ojol Tak Seramai yang Digaungkan, Masih Banyak yang Beroperasi

"Kami tak mau terburu-buru, tapi target seminggu harus tercapai,"* pungkas Karyoto, menegaskan komitmen penyelesaian kasus ini.  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.