BREAKING NEWS
 

Radius Bahaya Gunung Lewotobi Laki-laki Diperluas, Aktivitas Warga Dibatasi

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Sabtu, 2 Agustus 2025 21:09 WIB
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (2/8). Foto: PVMBG

RM.id  Rakyat Merdeka - ​Letusan eksplosif kembali mengguncang Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah memperluas radius zona bahaya menjadi hingga tujuh kilometer, menyusul erupsi besar yang terjadi pada Jumat malam (1/8). Aktivitas masyarakat di sekitar lereng gunung pun dibatasi untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid menyebutkan bahwa tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih sangat tinggi. Statusnya tetap pada Level IV atau Awas. 

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini masih tergolong tinggi,” kata Wafid dilansir laman resmi ESDM, Sabtu (2/8).

Letusan terjadi pada pukul 20.48 Waktu Indonesia Tengah (WITA), diawali oleh peningkatan aktivitas seismik sejak pukul 18.00 WITA. 

Dalam rentang waktu dua jam itu, terjadi gempa-gempa vulkanik yang cukup intens sebelum akhirnya erupsi meletus. Kolom abu dari letusan terpantau membumbung hingga sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung.

Baca juga : Kolom Abu Lewotobi Laki-laki Tembus 18 Km, BNPB Minta Warga Jauhi Kawasan Rawan

Material vulkanik tersebar ke berbagai arah. Lontaran batu pijar dan abu tercatat mencapai jarak 3 hingga 4 kilometer dari kawah. 

Menurut Wafid, letusan tersebut dipicu oleh akumulasi gas yang terjebak dalam tubuh gunung selama dua minggu terakhir. Tekanan yang tak tertahan itu akhirnya mendorong letusan secara eksplosif.

Badan Geologi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan melalui Pos Pengamatan Gunung Lewotobi di Desa Pululera. 

Adsense

Petugas di lapangan mencatat setiap perubahan yang terjadi, baik dari aktivitas kegempaan maupun gejala visual dari kawah.

Pemerintah pun menetapkan pembatasan aktivitas di sekitar gunung. Warga maupun wisatawan dilarang melakukan kegiatan dalam radius 6 kilometer dari puncak. 

Baca juga : Resmikan CLS Di Minahasa, Telin Ingin Perkuat Konektivitas Internasional

Untuk sektor barat daya hingga timur laut, zona bahaya diperluas hingga 7 kilometer. Wilayah ini dinilai paling rawan terkena dampak langsung dari letusan.

Tak hanya ancaman erupsi, potensi bencana susulan pun diwaspadai. Banjir lahar bisa terjadi jika hujan turun dengan intensitas tinggi. 

Sungai-sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-Laki, seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen, menjadi jalur utama aliran material vulkanik. Warga di sepanjang aliran diminta siaga.

Wafid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia juga meminta agar warga hanya merujuk pada informasi resmi dari pemerintah. 

“Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya - timur laut 7 km dari pusat erupsi,” lanjutnya.

Baca juga : Gempa Darat M2,6 Guncang Wilayah Cikarang, Pemicunya Aktivitas Sesar Aktif

Langkah mitigasi terus dilakukan secara terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain penguatan pengawasan lapangan, skenario evakuasi darurat disiapkan jika erupsi susulan kembali terjadi. 

Petugas dari berbagai instansi bersiaga untuk memberikan respons cepat terhadap kondisi yang berkembang.

Gunung Lewotobi Laki-Laki merupakan salah satu gunung api aktif di wilayah timur Indonesia yang dikenal dengan pola letusan berulang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense