BREAKING NEWS
 

Ivan Ahda Beberkan 3 Pilar Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Kekuatan Alumni UI

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 12 Agustus 2025 21:18 WIB
Calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) nomor urut 03, Ivan Ahda. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) nomor urut 03, Ivan Ahda memaparkan tiga aspek utama yang menjadi fokusnya dalam menggerakkan advokasi kebijakan publik.

Tiga aspek tersebut yakni effort-based, stakeholder engagement, dan public engagement.

"Kebijakan yang baik tidak akan berdampak maksimal jika tidak melibatkan masyarakat yang terdampak," kata Ivan dalam kegiatan Adu Gagasan Calon Ketua Umum ILUNI UI Periode 2025-2028 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, effort-based berarti memaksimalkan modal awal yang sudah dimiliki UI dan ILUNI, yaitu jaringan pusat riset dan think tank di hampir setiap fakultas.

"FISIP, Psikologi, dan banyak fakultas lain memiliki kapasitas riset yang mumpuni. UI dan ILUNI memiliki akses langsung ke sumber daya tersebut," jelasnya.

Baca juga : Golkar Apresiasi Keberhasilan Program Kedaulatan Energi Pemerintah

Pilar kedua, stakeholder engagement. Eks Deputi Pekerja Kreatif Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024 ini mengajak semua pihak yang terlibat, termasuk yang memiliki pandangan berbeda, untuk duduk bersama mencari solusi.

"Sementara pilar ketiga, public engagement, menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan," ujarnya.

Ivan mencontohkan isu transportasi publik yang setiap hari dihadapi banyak orang. Menurutnya, ILUNI UI tidak harus memulai dari nol, tetapi dapat mengoptimalkan aspirasi alumni lintas fakultas dan generasi. Kemudian memanfaatkan data dan kajian yang sudah ada.

Adsense

"Kebijakan publik itu bukan sekali jadi langsung berhasil. Ini adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kolaborasi, data, dan konsistensi," tegas Ivan.

Sementara, Ketua Umum ILUNI UI Didit Ratam menegaskan pentingnya menjadikan Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI sebagai ajang adu gagasan yang sehat dan konstruktif.

Baca juga : Fraksi PKB DPRD Banten Minta Gubernur Lekas Terbitkan Pergub Penguatan Pesantren

"Keberadaan teman-teman semua pada pagi hari ini menandakan betapa ILUNI sudah menjadi bagian dari darah daging kita. Kalau diundang hari kerja jam sembilan pagi saja mau datang, apalagi cuma memilih lulusan lima menit, pasti mau," sebut Didit, yakin.

Dia menegaskan dinamika seperti isu hoaks, kampanye hitam atau gesekan kecil selama masa kampanye caketum merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

"Yang harus kita fokuskan adalah gagasan apa yang dibawa oleh calon ketua umum untuk ILUNI UI, untuk UI, dan untuk Indonesia," ujarnya.

Didit pun mengajak seluruh caketum dan tim sukses untuk menyebarkan gagasan seluas mungkin kepada para alumni.

"Kurang dari dua minggu lagi kita pemilihan, mari gagasan ini disebarkan ke sebanyak mungkin orang," pungkasnya.

Baca juga : Setelah Soekarno, Prabowo Jadi Presiden Paling Sering Kunjungi ITB

Diketahui, ILUNI UI akan menggelar Pemilihan Langsung Calon Ketua Umum Periode 2025-2028 pada 23-24 Agustus secara elektronik (e-vote) melalui aplikasi UI Connect.

Terdapat tujuh kandidat yang maju. Di antaranya terdapat nama sohor seperti eks Deputi Pekerja Kreatif Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ivan Ahda dan pengamat politik Boni Hargens.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense