Dark/Light Mode

Minta Pemerintah Tingkatkan Pengawasan

DPR: Antisipasi Kecelakaan Di Tempat Wisata Ekstrem!

Kamis, 3 Juli 2025 07:06 WIB
Anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo. Foto: Istimewa
Anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo mendorong Pemerintah mengevaluasi pengawasan di tempat-tempat wisata ekstrem di Tanah Air. Hal ini menanggapi insiden jatuhnya turis asal Brazil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani.

Yoyok menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden jatuhnya Juliana Marins yang kemudian ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. “Semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir,” katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/7/2025).

Yoyok mengapresiasi kerja keras Tim Search and Rescue (SAR) yang berhasil mengevakuasi jenazah Juliana di jurang dengan kedalaman 600 meter.

Baca juga : Shopee Catat Jual 60 Juta Produk UMKM Ke 8 Negara

“Saya meyakini tim SAR sudah bekerja sebaik-baiknya dalam upaya penyelamatan korban. Saat berada di atas ketinggian gunung, kita tidak bisa main-main dengan kondisi alam dan cuaca,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu memahami, kekecewaan netizen Brazil terhadap Indonesia yang dianggap mereka lamban dalam melakukan upaya penyelamatan Juliana. Namun, di sisi autopsi mengungkap, Juliana meninggal dunia hanya dalam waktu 20 menit usai terjatuh akibat luka serius yang dideritanya. Bahkan, keluarga Juliana juga telah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Indonesia, terutama untuk tim SAR yang berjibaku mengevakuasi jenazah Juliana dalam kondisi yang sulit.

“Kalau kita lihat dari data ini, kecil kemungkinan operasi penyelamatan bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 20 menit. Meskipun kita berharap upaya evakuasi bisa lebih maksimal lagi dilakukan,” ucap Yoyok.

Baca juga : Produksi Migas Dalam Negeri Bakal Gaspol

Dia melanjutkan, kejadian ini dapat menjadi peringatan semua pihak agar ada peningkatan pengawasan dan pengamanan. Khususnya bagi wisata ekstrem seperti Gunung Rinjani. Prosedur Standar Operasi (SOP) pengawasan wisata ekstrem perlu dievaluasi betul-betul.

"Harus ada pemandu atau guide tour yang dinamakan porter. Pendamping tidak boleh meninggalkan siapa pun sendirian," jelasnya.

Selain itu, para pendaki juga harus menaati segala peraturan sebelum naik gunung yang ditentukan di basecamp masing-masing pengelola.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.