BREAKING NEWS
 

8 Fakta Gempa M6,0 Poso Sulteng, Salah Satunya Dipicu Sesar Naik Tokoraru

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 17 Agustus 2025 11:07 WIB
Gempa Poso M5,8 pada Minggu (17/8/2025) memicu tsunami minor setinggi sekitar 4 cm. (Foto: X/Daryono BMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa M6,0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025). Berikut fakta penting tentang gempa M6,0 Poso yang terjadi pada hari ini, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Lokasi Gempa 

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M6,0 di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu 17 Agustus 2025 pukul 05.38.52 terletak pada koordinat 1.30 LS,120.62 BT. Atau berjarak 18 km arah barat laut Poso, dengan kedalaman 10 km.

2. Potensi Tsunami 

Laporan awal BMKG menyebutkan, gempa M6,0 Poso tidak berpotensi tsunami. Namun, hasil monitoring Tide Gauge yang disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono SSi, MSi menjelaskan, gempa M6,0 Poso memicu tsunami minor setinggi 4,8 cm. 

BMKG menyatakan tsunami, bila ketinggian mencapai 25 cm.

3.  Getaran Gempa

Baca juga : BNPB: Akibat Gempa M6,0 Poso Sulawesi Tengah, 29 Warga Luka-Luka 2 Kritis

Gempa Poso M6,0 pagi ini dirasakan di Poso V-VI MMI (terjadi kerusakan), Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu,  Polman III-IV MMI (gerabah pecah, jendela/pintu, dinding berbunyi ), Tana Toraja, Wajo III MMI (getaran dirasakan seolah ada truk berlalu).

4. Aktivitas Sesar Naik Tokoraru

Gempa Poso M6,0 yang terjadi pagi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Tokoraru. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

5. Gempa Susulan 

Adsense

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 11.00 WITA menunjukkan, gempa M6,0 Poso telah mengakibatkan 25 gempa susulan (aftershocks).

6. Korban Gempa

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa M6,0 Poso telah mengakibatkan 29 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang dirujuk ke RSUD Poso, dua orang di antaranya dalam kondisi kritis dan enam orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo.

7. Gereja Rusak 

Baca juga : BMKG: Gempa M4,7 Kabupaten Bandung Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut

Gempa M6,0 dilaporkan merusak bangunan Gereja, di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. 

8. Riwayat Gempa Merusak 

Poso merupakan kawasan aktif gempa. Sebelum terjadi gempa merusak pada pagi ini, Poso sudah dua kali mengalami gempa signifikan.

Pertama, gempa M6,6-6,8 pada 29 Mei 2017. Gempa ini mengakibatkan lima orang mengalami luka berat, 16 luka ringan, dan 170 mengungsi. Selain itu, gempa tersebut juga menyebabkan 164 bangunan mengalami rusak berat, 18 fasilitas rusak berat, dan 16 bangunan rusak ringan.

Kedua, gempa M5,7 pada 24-26 Juli 2025. Gempa ini mengakibatkan empat orang mengalami luka ringan, 2.011 orang mengungsi, serta evakuasi RS. Selain itu, gempa tersebut juga menyebabkan 14 bangunan rusak berat, 92 rusak ringan, sekolah dan tempat ibadah rusak ringan. 
 

Baca juga : Menata Kolegium, Mencegah Munculnya Negara Dalam Negara

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense