BREAKING NEWS
 

Tim Dari AS Temui Bupati Abdya, Bahas Tokoh Lokal Di Logo Salem, Massachusetts

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 19 Agustus 2025 17:08 WIB
Bupati Abdya Safaruddin saat berdiskudi dengan Prof. R. Michael Feener dari Maritime Asia Heritage Survey (MAHS), Senin (18/8). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim riset dari Amerika Serikat (AS) menemui Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, pada Senin malam (18/8) membahas sosok Po Adam di logo resmi Kota Salem, Massachusetts, AS.

Rombongan itu dipimpin langsung oleh Prof. R. Michael Feener. Peneliti dari Kota Salem ini aktif di Maritime Asia Heritage Survey (MAHS), yang berbasis di Kyoto University, Jepang. 

Diskusi banyak membahas soal wacana perubahan logo Kota Salem, yang sejak 1836 menampilkan figur diduga Po Adam, bangsawan Aceh dari Kerajaan Kuala Batee atau Quallah Battoo dalam ejaan lama.

Bupati Safar menilai, pertemuan ini bukan sekadar soal simbol, melainkan pintu masuk membangun diplomasi budaya.

Baca juga : Menteri PU Terima Bupati Tana Toraja, Bahas Peningkatan Jalan Daerah

“Peristiwa ini menjadi refleksi penting, bahwa Aceh sekecil apapun posisinya di peta dunia hari ini pernah memberi makna besar dalam hubungan antarbangsa melalui perdagangan strategis dan jalur lintasan maritim,” ucapnya.

Po Adam diyakini sebagai mitra dagang Joseph Peabody, saudagar lada terkaya Salem pada awal abad ke-19. Jejak perdagangan itu mengikat hubungan Aceh dan Salem dalam jalur rempah dunia, yang saat itu menjadi komoditas paling berharga di lintas samudera.

Adsense

Namun, sejarah juga mencatat luka mendalam. Pada 1831, Presiden Amerika Andrew Jackson memerintahkan serangan kapal perang USS Potomac ke Kuala Batee. Aksi militer itu dilakukan sebagai balasan atas insiden kapal dagang Friendship.

Serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan meninggalkan jejak duka di masyarakat pesisir Abdya. Hingga kini, peristiwa itu masih menjadi ingatan kolektif warga setempat, bagian dari sejarah panjang pertemuan Aceh dengan bangsa asing.

Baca juga : Terima Dubes AS, Menko Airlangga Bahas Tarif Impor Trump Dan Kerja Sama Dagang

Safaruddin menyebut forum ini sebagai ruang strategis untuk menghidupkan kembali jejak perdagangan maritim. Ia menunjuk Pelabuhan Teluk Surin dengan dermaga tuanya sebagai simbol masa lalu yang bisa dibangkitkan. 

“Jejak kejayaan itu masih ada. Kita bisa menjadikannya simbol harapan baru bagi kebangkitan perdagangan Abdya,” ujarnya.

Diskusi dengan tim MAHS juga membuka peluang lain. Bupati menekankan, pembahasan sejarah ini bukan untuk mencampuri urusan dalam negeri Salem. 

“Kita tidak sedang mencampuri urusan domestik Salem, tetapi menjadikan sejarah sebagai jembatan diplomasi budaya dunia,” katanya.

Baca juga : Airlangga Temui Diaspora Di Vancouver, Bahas Ekonomi Digital Dan Hilirisasi

Menurutnya, kerja sama bisa meluas ke sektor pendidikan, kebudayaan, hingga perdagangan modern. Abdya dapat tampil sebagai daerah kecil yang berani memainkan peran global lewat diplomasi sejarah.

“Generasi Abdya dan Aceh harus tahu, wilayah ini pernah masyhur, diperbincangkan lintas samudera, bahkan sampai ke gedung parlemen Amerika,” terang Safar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense