RM.id Rakyat Merdeka - Pramudya A. Oktavinanda meraih suara terbanyak pada Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), 23-24 Agustus 2025. Dia pun terpilih menjadi Ketua Umum terpilih periode 2025-2028, berpasangan Masyita Crystallin.
Berdasarkan hasil pemungutan suara secara elektronik (e-vote), Pramudya meraih dukungan terbanyak dengan 6.528 suara atau 26,9 persen dari total suara masuk sebanyak 24.288 suara.
Disusul Ivan Ahda yang meraih dukungan terbanyak kedua dengan 5.560 suara (22,9 persen), dan Dewi Puspitorini 4.778 suara (19,7 persen) di urutan ketiga.
Lalu, disusul M. Pradana Indraputra 4.716 suara (19,4 persen), Ratu (Aie) Febriana 1.642 suara (6,7 persen), Rapin Mudiardjo 611 suara (2,5 persen), dan Boni Hargens 452 suara (1,8 persen).
"Alhamdulillah, hasil dari pemilihan, kandidat nomor 7, Pramudya A. Oktavinanda, memenangkan kontestasi dengan suara terbanyak sepanjang sejarah, unggul hampir seribu suara dari kandidat berikutnya," ujar Campaign Manager Pram-Syita, Fauzan Zidni, dalam keterangannya pada Senin (25/8/2025).
Meski begitu, ia menyayangkan sikap panitia Munas X Iluni UI karena menunda penetapan ketua umum terpilih hingga seminggu seiring adanya protes dari kandidat lain.
Baca juga : Pertamina Juara 1 Transaksi Di PaDi UMKM 2024
Padahal, menurut dia, jika merujuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), penetapan pemenang wajib dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
"Apabila ada keberatan/sanggahan, wajib diselesaikan dalam waktu paling lambat 5 jam sejak hasil penghitungan suara dikeluarkan," jelasnya.
Fauzan menyampaikan, pihaknya juga mengalami permasalahan terkait pemungutan suara secara elektronik (e-vote) melalui UI Connect.
Namun, kubu Pram-Syita tetap komitmen menjalankan keputusan untuk penggunaan sistem tersebut, karena diawasi secara bersama-sama oleh tim IT masing-masing kandidat.
Padahal, menurut dia, satu jam sebelum ditutupnya e-vote, semua kandidat IT para kandidat masih tetap menandatangani berita acara hasil penghitungan suara.
“Sehingga menjadi pertanyaan, kenapa di akhir voting terjadi perubahan posisi sedemikian rupa. Padahal, kita sama-sama memahami bahwa dengan selisih suara sejauh itu, tidak akan ada lagi yang bisa diubah dari kemenangan Pram," tuturnya.
Baca juga : 15 Ribu Warga Terancam Tidak Dapat Bansos Lagi
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia UI (IKA PMII UI) Alfanny mengucapkan selamat kepada Pramudya.
Ia pun berharap keputusan munas tersebut dihormati semua pihak. Sebab, Pemilihan Langsung (Pemila) Iluni UI telah berlangsung secara demokratis dan terbuka.
“Menghasilkan keputusan yang harus kita hormati bersama. Atas nama keluarga besar IKA PMII UI, kami mengucapkan selamat bertugas kepada Sahabat Pramudya sebagai Ketua Umum ILUNI UI. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas dan dedikasi," katanya dalam kesempatan terpisah.
Alfanny pun berharap Pram dapat menjadikan Iluni UI sebagai wadah pemersatu.
"Bukan hanya untuk memperkuat silaturahmi antar alumni, tetapi juga untuk membangun kontribusi nyata bagi bangsa, masyarakat, dan almamater tercinta,” tuturnya.
Munas X ILUNI UI dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 dan diikuti tujuh kandidat ketua umum.
Baca juga : IATMI Norwegia Kembali Raih Komisariat Terbaik Di Kongres XVII
Pramudya merupakan mahasiswa berprestasi utama Fakultas Hukum (FH) UI 2004 dan lulus dengan meraih cum laude.
Pram mengusung tagline "UI Mendominasi: Breaking Barriers, Connecting Colors" dalam Munas X Iluni UI.
Pendiri kantor hukum UMBRA ini berpasangan dengan Masyita Crystallin, lulusan Fakultas Ekonomi (FE) UI dengan penghargaan cum laude.
Masyita, yang terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Iluni UI 2025-2028, kini menjabat sebagai Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.