BREAKING NEWS
 

Situs Instansi Pemerintah Dibanjiri Serangan Siber, BSSN Bentuk TTIS

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Rabu, 27 Agustus 2025 20:04 WIB
Ilustrasi hacker. Foto: Generated by Grok

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan siber judi online kembali jadi momok bagi sistem keamanan digital Indonesia. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, setiap tahun rata-rata ada 1,25 miliar anomali trafik internet yang terdeteksi. Serangan tersebut kerap menyasar laman instansi pemerintah yang seharusnya menjadi wajah keamanan siber negara.

BSSN menegaskan potensi serangan ini bisa mengganggu stabilitas sistem layanan publik. Demi mencegah risiko yang lebih luas, BSSN bersama Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat edaran pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). Tim ini bertugas memperkuat deteksi dini dan penanganan serangan yang masuk ke jaringan pemerintah.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Ridi Ferdiana, menilai motif utama di balik serangan siber tersebut adalah ekonomi. Menurutnya, ada pihak yang diuntungkan karena mendapat keuntungan finansial dari judi online, sementara ada pihak lain yang dirugikan karena sistemnya menjadi korban serangan.

Baca juga : Tiba Istana, Presiden Peru Dikawal Pasukan Berkuda

“Serangan-serangan siber yang terkait dengan kehadiran banyaknya judi-judi online itu ya tidak lebih tidak kurang karena memang secara ekosistem didesain untuk seperti itu, untuk menyebarkan website-website judi online yang ada di luar sana,” kata Ridi, dilansir laman UGM, Rabu (27/8).

Adsense

Ridi memaparkan, dari sisi sistem keamanan, tidak ada teknologi yang benar-benar kebal. Ia menyebut sistem pasti berevolusi. Artinya, sesuatu yang aman hari ini bisa saja tidak aman di kemudian hari karena celah baru bisa muncul kapan saja.

Menurutnya, persoalan utama di Indonesia adalah banyak sistem sudah dioperasikan tapi tidak dirawat. Padahal, aspek perawatan menjadi kunci penting agar celah keamanan bisa ditutup sebelum dieksploitasi peretas. “Dari sudut pandang rekayasa perangkat lunak, aspek maintenance atau aspek perawatan adalah kunci,” ujar Ridi.

Baca juga : Liga Italia, Begini Cara Serigala Merah Tentukan Kapten

Ia menambahkan, jika celah keamanan belum ada di masa lalu, bukan berarti sistem bisa dibiarkan begitu saja. Begitu celah ditemukan, langkah perbaikan harus dilakukan segera. Upaya pembaruan secara berkala wajib dilakukan agar sistem tetap relevan dan aman.

Ridi juga menyoroti pentingnya penerapan standar pengembangan kode yang aman atau secure code. Standar ini memungkinkan sistem lebih tahan terhadap serangan, meski ada konsekuensi berupa kompromi antara kenyamanan pengguna dan keamanan sistem. “Menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan itu juga satu agenda tersendiri,” tambahnya.

Selain pengembangan kode, perawatan sistem juga harus berkesinambungan. Ridi menyebut setidaknya ada tiga hal penting: memperbarui platform agar lebih aman, menyesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan komputasi, serta melakukan pembaruan sesuai perkembangan zaman.

Baca juga : BGN Investigasi Penyebab Keracunan Siswa SMPN 8 Kupang Setelah Santap MBG

Komitmen merawat sistem, lanjutnya, harus jadi kesadaran bersama, bukan hanya sekadar proyek sementara. “Komitmen untuk merawat itu yang harus ditumbuhkan supaya kejadian cyber security serangan ini bisa diminimalisir,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense