Kemandirian fiskal pemerintah daerah kembali menjadi sorotan. Bappenas menegaskan, ketergantungan daerah pada transfer pusat harus dikurangi dengan cara mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sektor yang dianggap potensial adalah pariwisata. Namun, sering kali peningkatan PAD identik dengan menaikkan tarif pajak hotel, restoran, atau retribusi destinasi.
Pertanyaannya: apakah langkah itu bijak dilakukan saat industri pariwisata tengah menghadapi banyak tekanan dan ketidakpastian global? Pelaku usaha masih berjuang, sementara wisatawan semakin sensitif terhadap biaya tambahan. Strategi menaikkan pungutan fiskal justru berisiko menimbulkan resistensi. Karena itu, pendekatan kreatif perlu ditempuh.
A. Dari Pungutan ke Penciptaan Nilai
Pariwisata menawarkan cara lain untuk memperbesar PAD: bukan dengan menekan, melainkan dengan merebut nilai tambah. Pemda dapat mengadopsi mekanisme value capture lewat kontrak konsesi pengelolaan aset (pelabuhan wisata, gedung heritage, pasar lama yang disulap jadi creative hub), atau sewa jangka panjang berbasis bagi hasil. Pendapatan masuk kas daerah, tetapi tidak membebani UMKM atau wisatawan langsung.
Selain itu, model kelembagaan seperti Destination Management Organization (DMO) atau Business Improvement District (BID) dapat dibentuk. Keduanya dibiayai kontribusi sukarela pelaku usaha besar, sponsorship, atau sistem membership, dan fokus pada promosi bersama, event tahunan, hingga pengelolaan data wisatawan. Efeknya, kunjungan meningkat, transaksi wisatawan bertambah, dan ekonomi lokal bergerak.
B. Inovasi Produk dan Event
Alih-alih mengandalkan retribusi, daerah bisa menaikkan rata-rata belanja wisatawan lewat paket bernilai tambah. Misalnya, tur kuliner premium, homestay bersertifikasi dengan layanan standar, hingga paket bundel transportasi dan atraksi lokal. Harga meningkat, namun sebanding dengan kualitas.
Event pariwisata juga perlu dibiayai dengan model sponsorship dan revenue sharing tiket, bukan APBD penuh. Konsep konferensi yang disambung festival budaya atau olahraga (convention + culture/sport tourism) terbukti membuat wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang.
Baca juga : Larangan Kepala Daerah Kunjungan ke Luar Negeri Bisa Tekan Gejolak
C. Digitalisasi dan Green Financing
Era digital membuka peluang pendapatan baru. Skema digital tourism levy, misalnya kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) untuk menarik kontribusi kecil dari setiap transaksi pemesanan hotel/paket wisata, dapat menjadi sumber PAD tanpa menimbulkan resistensi.
Daerah juga bisa menerbitkan instrumen kreatif seperti tourism green bond, menjual program carbon offset ke wisatawan premium (misalnya penanaman mangrove, konservasi laut), atau memungut biaya sertifikasi eco-premium untuk resor kelas atas. Pendapatan dari program tersebut dapat masuk PAD lewat kontrak proyek bersama.
D. Daerah yang menjadikan sektor Pariwisata Andalan untuk PAD
Beberapa daerah di Indonesia menunjukkan bagaimana pariwisata bisa menjadi motor PAD yang diandalkan.
Bali tetap menjadi mesin ekonomi pariwisata utama Indonesia. Pada April 2024, Bali menerima 503.194 wisatawan mancanegara (BPS, 2024). Strategi fokus pada MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dan wisata premium memperbesar perputaran ekonomi tanpa mengandalkan retribusi baru.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menaikkan PAD menjadi Rp2,481 triliun pada 2024, naik 4,76% dibanding 2023 (Laporan Realisasi PAD DIY, 2024). Kunci keberhasilan: branding budaya, penyelenggaraan event edukatif, serta penguatan homestay dan UMKM.
Labuan Bajo, Manggarai Barat (NTT) memanfaatkan status sebagai destinasi super prioritas. Melalui kontrak pengelolaan kawasan dan pertumbuhan hotel, daerah ini berhasil meningkatkan realisasi PAD meski masih menghadapi tantangan pencapaian target.
Baca juga : DPD Dorong Pusat Terbitkan Insentif Municipal Bond
Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh lewat sport tourism. Event MotoGP Mandalika, Ironman Lombok, hingga Fornas mendorong okupansi hotel dan transaksi UMKM. Pendapatan daerah ikut terdongkrak tanpa harus menaikkan pajak.
E. Rekomendasi Strategis
Skala nasional menunjukkan arah positif. Menurut BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,07 juta orang pada April 2024, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional pada 2024 diproyeksikan sekitar 4,8–5,1%, dengan penciptaan lebih dari 12 juta lapangan kerja (WTTC, 2024).
Data ini memperlihatkan bahwa momentum pemulihan pariwisata nyata adanya, dan bila daerah mampu memanfaatkannya, PAD bisa terdongkrak tanpa harus mengganggu ekosistem usaha.
Ada lima langkah praktis yang dapat ditempuh pemda:
1. Bentuk DMO/BID/Tourism Board pilot untuk destinasi unggulan dengan pendanaan berbasis membership dan sponsorship.
2. Audit aset daerah yang tidak produktif, tawarkan kontrak konsesi jangka panjang.
3. Program insentif travel plus platform penjualan digital bersama untuk menaikkan belanja wisatawan.
Baca juga : Ini Strategi BRI Pertahankan Kualitas Portofolio Lewat Penguatan Manajemen Risiko
4. Rancang event hybrid (konferensi + budaya/olahraga) dengan model sponsorship dan revenue sharing.
5. Siapkan program green tourism yang dapat dibiayai impact investor atau green bond.
F. Penutup
Meningkatkan PAD dari sektor pariwisata tidak harus dengan menaikkan pajak atau retribusi. Justru, strategi kreatif berbasis penciptaan nilai, digitalisasi, event, dan green financing akan lebih diterima pelaku usaha, sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Jika pemerintah daerah berani keluar dari pola lama, pariwisata bisa menjadi mesin fiskal yang mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat identitas lokal, dan sekaligus mewujudkan kemandirian fiskal.
Seperti pesan Presiden Prabowo, kemandirian ekonomi nasional dimulai dari kemandirian daerah. Dan pariwisata bisa menjadi jalannya.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.