Sebelumnya
“Kita juga instruksikan agar menggunakan air galon. Untuk mencuci, airnya perlu diberikan saringan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Dadan mengatakan pihaknya juga bakal menyediakan alat rapid test untuk mencegah terjadinya kasus keracunan. Hal ini meniru SPPG di bawah naungan Polri.
“Pertama, seluruh yang dibangun Polri itu standarnya memang bagus. Mereka melakukan rapid test sebelum makanan diedarkan,” ungkap Dadan.
Baca juga : Andhyka Muttaqin: Beberapa Persoalan Mungkin Akan Muncul
Karena sukses dan nol kasus, Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh SPPG meniru milik Polri, lengkap dengan rapid test. “Instruksi Presiden seluruhnya nanti akan melakukan seperti Polri,” tegasnya.
Dadan menambahkan, Presiden Prabowo akan segera membuat aturan soal tata kelola MBG lewat peraturan presiden (Perpres) yang akan diteken pekan ini.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR Irma Chaniago juga meminta SPPG yang sudah ada meniru SPPG yang dikelola Polri yang tidak ditemukan kasus keracunan.
Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Penyamarataan Antrean Untuk Keadilan Jemaah
Legislator Partai NasDem itu menyampaikan, terdapat sekitar 600 SPPG yang berada di bawah naungan Polri. Dari informasi yang diperolehnya, tidak ditemukan adanya kasus keracunan pada penerima manfaat MBG dari dapur-dapur tersebut. “Kalau menurut saya, nggak penting mau politisi maupun Polri, mau TNI mau siapa pun yang mempunyai dapur, tapi yang penting itu tanggung jawabnya,” kata Irma.
Temuan Menkes
Di kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin (BGS) memaparkan sejumlah temuan penyebab keracunan MBG lewat presentasi layar. Ada sejumlah bakteri penyebab keracunan seperti salmonella, escherichia coli, bacillus cereus, staphylococcus aureus, clostridium perfringens, listeria monocytogenes, campylobacter jejuni, dan shigella.
Sementara virus yang terdeteksi adalah norovirus/rotavirus dan hepatitis A. Untuk bahan kimia, ditemukan nitrit dan combrotoxin (histamin). “Itu dari hasil penelitian epidemiologi dari seluruh SPPG kasus keracunan,” ujar BGS.
Baca juga : Jangan Ada Yang Dirugikan
Selain itu, BGS berjanji penerbitan SLHS akan dipercepat. Pihaknya juga akan mengasistensi UKS terkait kelayakan dan keamanan MBG. Untuk itu, BGS berencana membentuk tim keamanan pangan MBG di satuan pendidikan agar dapat memberikan pertolongan pertama kecelakaan dan pertolongan pertama pada penyakit.
Ditambahkan, pembelajaran terkait keamanan gizi juga akan masuk dalam kurikulum merdeka belajar dan menjadi mata pelajaran wajib. “Harapannya fungsi kontrol pelaksanaan MBG lebih baik,” tuturnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.