BREAKING NEWS
 

Wamen Fajar Ungkap Makna Kunjungan Paus ke Indonesia pada 2024

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 3 Oktober 2025 21:18 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (berkemeja putih). (Foto: Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 2024 bukan sekadar seremonial, melainkan momentum meneguhkan iman, persaudaraan sejati, kasih sayang atau rahmat, serta bela rasa.

Wamen Fajar menerangkan, Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar yang telah tiga kali dikunjungi Paus yaitu pada 1970 oleh Paus Paulus VI (Giovanni Battista Enrico Antonio Maria Montini), pada 1989 oleh Paus Yohanes Paulus II (Karol Józef Wojtyła), dan pada 2024 oleh Paus Fransiskus (Jorge Mario Bergoglio).

“Ini hal unik di mata Vatikan. Indonesia negara mayoritas Muslim, tetapi bukan negara Timur Tengah,” ucapnya, pada peluncuran buku Faith, Fraternity and Compassion: Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia 3–5 September 2025, di Kantor KWI, Jumat (3/10/2025).

“Kalau kita lihat sejarah perjalanan bangsa ini, sejak awal hubungan antaragama kita tumbuh dan lahirlah Pancasila sebagai kalimatun sawa atau ‘common platform’ bagi bangsa ini. Kunjungan Paus di Indonesia menjadi cermin kehidupan beragama yang penuh keterbukaan,” tambahnya.

Baca juga : CFX Angkat Keunggulan Industri Kripto Indonesia Di TOKEN2049 Singapura

Wamen Fajar mengingatkan, Islam Indonesia itu arus utamanya adalah mengedepankan kasih sayang atau rahmat seperti yang digerakkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Secara teologis, hal ini sama dengan nilai-nilai kerahiman yang ada di umat Katolik.

“Bagi saya pribadi, kunjungan Paus ke Indonesia bukan di ruang kosong, adanya saling bela rasa yang sudah muncul dari masyarakat kita sendiri adalah keunikan bangsa ini," ungkapnya.

Adsense

Dia mencontohkan hal tersebut saat Muktamar Muhammadiyah di Solo pada tahun 2022. Saat itu, umat Katolik ikut mendukung, menyediakan gereja sebagai tempat parkir, transit, dan menyumbang konsumsi bagi peserta Muktamar.

"Isu konvergensi sudah selesai, tantangan kita kini adalah bagaimana agar bela rasa ini menguatkan gerakan bersama antar umat beragama untuk menjawab berbagai persoalan.” ungkap Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.

Baca juga : Timnas Sambo Remaja dan Junior Indonesia Siap Tempur di Kejuaraan Dunia 2025

Lebih lanjut, Wamen Fajar juga menyinggung risetnya bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang menghasilkan buku Kristen Muhammadiyah. Buku tersebut mendokumentasikan interaksi historis dan praksis antara umat Kristen dan Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia sebagai model dialog dan kerja sama lintas iman yang nyata.

“Saat ini, di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu'ti, nilai-nilai itu kami bawa ke kebijakan pendidikan dasar dan menengah agar lahir generasi yang unggul secara kognitif dan sosial-emosional, peka pada keberagaman, dan mampu mengatasi kesenjangan pendidikan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, pesan Paus Fransiskus bahwa pendidikan harus memanusiakan manusia, menumbuhkan kesadaran ekologis, dan memperkuat keseimbangan antara aspek kognitif dan sosial-emosional. 

“Di Kemendikdasmen kami ingin membangun generasi unggul bukan hanya dari sisi kognitif, tapi juga aspek sosial, emosional, menumbuhkan empati dan mengatasi kesenjangan. Pendidikan adalah alat untuk keadilan. Ini mandat yang akan kami tegakkan,” tegasnya.

Baca juga : Elnusa Group Raih Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia 2025

Narasumber lain, Romo Kardinal Ignatius Suharyo menambahkan, Paus Fransiskus merasa sangat senang berada di Indonesia karena selalu disambut wajah-wajah penuh senyum, bukan wajah muram atau marah. Dalam perjalanan bersama Paus, Paus sempat meminta sopir berhenti untuk memberi permen kepada anak-anak, menunjukkan perhatian sederhana yang menyentuh hati.

Di bagian akhir, Wamen Fajar mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat, untuk terus menghidupkan pesan positif kunjungan Paus dan menarasikan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan bela rasa terutama di ruang digital yang saat ini menjadi sumber informasi bagi generasi muda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense