Dark/Light Mode

Ekosistem Pembelajaran Digital ASN, Kunci Indonesia Maju

Jumat, 26 September 2025 15:29 WIB
Foto: LAN.
Foto: LAN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemampuan adaptasi ASN menjadi kunci untuk memanfaatkan teknologi dan tetap relevan di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Meski perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, pemanfaatannya di sektor publik saat ini baru mencapai 30–40 persen.

Padahal pada 2030, akan terjadi sebuah disrupsi besar. Diperkirakan 60–70 persen pekerjaan manusia akan digantikan teknologi.

Menyikapi kondisi ini maka ASN dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan proaktif dalam menghadapi perubahan.

Pada Seminar Nasional “Transformasi Pembelajaran ASN untuk Indonesia Maju: Mengakselerasi ASN Digital dan Kompeten”, Rabu (24/9/2025), Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq DEA menjelaskan, kewajiban belajar bagi ASN sebagaimana diamanatkan undang-undang merupakan strategi penting dalam menghadapi dinamika birokrasi modern.

Namun, dalam penerapannya dihadapkan pada dua tantangan besar dalam pengembangan kompetensi ASN.

Pertama, adalah memenuhi wajib belajar ASN yang saat ini telah mencapai lebih dari 5,2 juta dengan kebutuhan pengembangan kompetensi yang berbeda-beda.

Baca juga : DXI 2026 Komit Dorong Pertumbuhan Pariwisata di Indonesia

Kedua, memastikan strategi yang tepat agar setiap ASN mendapatkan kompetensi yang relevan dengan organisasinya.

“Kedua tantangan tersebut menuntut kita untuk berhenti berpikir secara ego-system atau setiap sektor bekerja sendiri-sendiri, melainkan mengubahnya menjadi sebuah eco-system pembelajaran yang efisien, tanpa sekat antara pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta,” ujarnya.

Muhammad Taufiq juga manyampaikan, saat ini LAN terus melakukan inovasi melalui berbagai kebijakan pengembangan kompetensi, seperti Corporate University, yang menggabungkan pembelajaran yang terintegrasi di tempat kerja dengan fokus mendukung program prioritas pemerintah seperti pengentasan kemiskinan, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi melalui learning market place yang memastikan ASN mendapatkan sumber pembelajaran yang tepat secara gratis.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Transformasi Pembelajaran ASN LAN, Erna Irawati, menggarisbawahi empat pilar utama transformasi pembelajaran ASN, yaitu integrasi, digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi.

Menurutnya, pengembangan kompetensi ASN harus selaras dengan kebutuhan organisasi dan perubahan lingkungan strategis.

“Adaptif saja tidak cukup. ASN harus proaktif agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

Baca juga : Menteri PKP: Ekosistem Perumahan Harus Kompak, Supaya Ekonomi Ikut Tumbuh

Erna menambahkan, penguasaan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menekankan pentingnya literasi digital, data analitik, keamanan siber, serta kemampuan problem solving sebagai kompetensi generik yang wajib dimiliki setiap ASN.

“Forum Ekonomi Dunia memperkirakan 50 persen kompetensi kita saat ini sudah tidak relevan pada 2030. Oleh karena itu, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) harus menjadi budaya ASN,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Yudistira Nugraha, menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung transformasi pembelajaran.

Menurutnya, AI hadir sebagai alat bantu yang memperkuat kapasitas ASN, bukan untuk menggantikannya.

“Pembelajaran ASN di era digital harus mindful, meaningful, dan joyful, dengan pemanfaatan teknologi yang personal, berbasis data, serta berorientasi hasil,” jelas Yudistira.

Lebih jauh, Yudistira juga menekankan pentingnya personalisasi pembelajaran, mengingat perjalanan karier setiap ASN berbeda.

Baca juga : Pidato Perdana Prabowo Di PBB, Cermin Arah Diplomasi Indonesia

Dengan pendekatan micro learning dan experiential learning, ASN dapat mengembangkan kompetensi tanpa mengganggu tugas sehari-hari.

“Indikator keberhasilan bukan hanya penguasaan teknologi, tetapi juga kontribusi nyata ASN bagi organisasi dan masyarakat,” tambahnya.

Hadir pula sebagai narasumber, Direktur Teknologi dan Digitalisasi Pembelajaran, Dra. Elly Fatimah, M.Si, Direktur Sistem Pembelajaran Terintegrasi, Siti Zakiyah, MSE., MA, Direktur Ekosistem Pembelajaran ASN, Hartoto, SIP., M.Si dan dimoderatori oleh Analis Kebijakan Ahli Madya, Agustinus Sulistyo.

Melalui seminar ini, LAN meneguhkan langkah strategisnya dalam memperkuat ekosistem pembelajaran nasional.

Dengan langkah strategis ini, LAN berharap dapat memperkuat kapasitas ASN sebagai motor penggerak birokrasi modern yang responsif, inklusif, dan kompeten dalam mendukung visi Indonesia Maju 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.