BREAKING NEWS
 

Ikatan Surveyor Indonesia Tegaskan Kesiapan Hadapi Geospasial AI

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 4 Oktober 2025 20:05 WIB
Dari kiri ke kanan:Ketua Umum ISI, Muchammad Masykur; Direktur Sumber Daya Manusia Informasi Geospasial (DSDMIG) Badan Informasi Geospasial, Sumaryono; Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Kementerian ATR/BPN; Virgo Eresta, dan Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto. (Foto: ISI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) Muchammad Masykur mengatakan kesiapan organisasinya dalam menghadapi geospasial di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kata Masykur, pemanfaatan geospasial AI dapat memberi nilai tambah bagi pembangunan nasional. 

"Dengan sinergi semua pihak, geospasial AI mampu memberi nilai tambah bagi pembangunan nasional dan mendukung pencapaian SDGs,” kata Masykur di acara Forum Ilmiah Tahunan (FIT) ISI 2025 di Hotel Harris, Malang, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025).

Acara ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Pemerintah, akademisi, praktisi, hingga pemangku kepentingan lain. "FIT ISI 2025 menjadi wadah kolaborasi nyata untuk menjawab tantangan geospasial di era AI, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan aspek etika dan privasi," tambah Masykur di acara bertemakan "The Future Landscape of Geospatial AI-driven for Sustainable Development Goals Technologies" itu. 

Baca juga : Pertamina Siapkan UMKM Binaan Hadapi Pasar Global Lewat Pelatihan Ekspor

Di kesempatan sama, Rektor Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Awan Uji Krismanto menilai forum ini strategis bagi dunia akademik dan industri. Menurutnya, peluang AI di bidang survei dan pemetaan sangat besar. Mulai dari otomatisasi hingga analisis data spasial yang lebih akurat. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan serius seperti kesenjangan kapasitas SDM, keterbatasan infrastruktur, isu etika, dan privasi. 

Adsense

"Ini semua hanya dapat diatasi dengan sinergi antara praktisi, profesional, dan pendidikan tinggi," ujar Awan. 

Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Virgo Eresta Jaya menegaskan pemanfaatan AI menjadi kunci dalam mendorong hilirisasi informasi geospasial di Indonesia. 

Baca juga : I-SIM 2025 Meluncur, Surveyor Indonesia Gaspol Kawal SDGs

"Integrasi AI tidak hanya mempercepat pengolahan data, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dari informasi geospasial agar dapat dimanfaatkan lintas sektor. Fokus utamanya adalah pengembangan peta tematik, seperti peta kadaster, nilai tanah, penggunaan lahan, risiko bencana, hingga peta perilaku manusia," ucap Virgo. 

Senada, Direktur Sumber Daya Manusia Informasi Geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG), Sumaryono menekankan pentingnya sinergi antara kemampuan manusia dan teknologi dalam pemanfaatan remote sensing. Ia menegaskan peran BIG dalam penguatan tata kelola data geospasial nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan One Map Policy dan Road Map NSDI-JIGN. 

“Seluruh data harus menjadi big data yang siap dimanfaatkan untuk geospasial AI. Data itu tidak hanya dikumpulkan, tapi juga diolah menjadi informasi bernilai tinggi. Industri hilir pun harus disiapkan,” papar Sumaryono. 

Baca juga : Perkuat Peran Perempuan, BPW Indonesia Teken MoU Dengan Kementerian HAM

Sementara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Joko Irianto menekankan relevansi forum ini dengan isu global. “Teknologi geospasial dan AI berperan penting dalam mendukung SDGs, mulai dari mitigasi perubahan iklim, tata ruang perkotaan, ketahanan pangan, hingga sistem kebencanaan yang lebih adaptif,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense