RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru arah pembangunan nasional. Ia menyebut, Pemerintah bergerak cepat menuntaskan program prioritas rakyat, meski masih menghadapi sejumlah tantangan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi nasional tumbuh 5,12 persen (yoy) pada kuartal II-2025. Angka ini menunjukkan daya tahan ekonomi tetap kuat di tengah tekanan global. Pemerintah juga menggulirkan stimulus Rp 30 triliun pada Oktober 2025 untuk menopang konsumsi rumah tangga dan memperluas program magang berbayar bagi 100 ribu lulusan muda.
“Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan responsif. Ia fokus pada agenda fundamental: memperkuat ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, menjaga daya beli rakyat, dan memperkuat pertahanan negara,” ujar Bamsoet, di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca juga : Misbakhun: Fondasi Ekonomi Menguat, Yakin Pertumbuhan Naik
Bamsoet menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi langkah monumental membangun generasi unggul. Pemerintah mengalokasikan Rp 171 triliun tahun ini untuk memastikan jutaan pelajar mendapat asupan gizi memadai.
“Tujuan program ini luar biasa. Karenanya, manajemen pengawasannya perlu ditingkatkan. Kita harus pastikan anak-anak mendapat makanan sehat, bukan asal kenyang,” ucapnya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, di sektor UMKM, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 yang membuka ruang penghapusan kredit macet bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro. “Kebijakan ini memberi napas baru agar mereka bisa kembali produktif dan mengakses pembiayaan,” ucapnya.
Baca juga : Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Tingkatkan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat
Di bidang pertahanan, Presiden Prabowo mempercepat modernisasi militer lewat pengadaan 42 pesawat tempur J-10C dari China. Langkah ini bagian dari strategi memperkuat kemandirian pertahanan sekaligus memperluas kerja sama internasional.
Menurut Bamsoet, Presiden Prabowo juga menunjukkan arah baru diplomasi luar negeri yang lebih berani dan berbasis kepentingan nasional. “Indonesia kini lebih aktif dalam kerja sama pertahanan kawasan dan membuka perdagangan karbon internasional yang berpotensi menarik investasi hijau,” ucapnya.
Dosen pascasarjana di Universitas Pertahanan, Universitas Borobudur, dan Universitas Jayabaya ini berharap, tahun kedua pemerintahan Prabowo menjadi momentum konsolidasi dan penyempurnaan kebijakan nasional. Fokus ke depan harus pada peningkatan kualitas pelaksanaan program, transparansi, dan daya saing ekonomi rakyat.
Baca juga : Tamsil: Setahun Pemerintahan Prabowo Tunjukkan Keberpihakan Pada Daerah
“Satu tahun pemerintahan Prabowo sudah dimulai dengan langkah besar. Sekarang tugas kita memastikan langkah itu berjalan di rel yang benar dan berkelanjutan,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.