BREAKING NEWS
 

1 Tahun Berdampak, UMKM Bergerak Berkat MBG

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 21 Oktober 2025 07:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/2/2025). (Foto: Cahyo/BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Menurut Edy, program MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) dalam perekonomian. Karena itu, dia berharap pelaku UMKM diberikan ruang yang luas untuk menjadi mitra dapur MBG. 

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Lengkong Wetan 01, Tangerang Selatan, Banten. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

“Dengan begitu, program MBG bisa berdampak lebih luas. Anak-anak mendapat makanan bergizi, UMKM berkembang, dan lapangan kerja baru tercipta,” cetusnya. 

Pemerintah memastikan, para pelaku UMKM lokal ikut terlibat dalam penyediaan bahan makanan program unggulan Presiden itu. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, keterlibatan UMKM jadi kunci agar program ini berdampak langsung ke ekonomi daerah. Karena itu, penyusunan menu MBG disesuaikan dengan kekuatan UMKM setempat. 

“Kalau di situ kuatnya peternakan ayam, ya ayam yang diserap. Kalau ada sapi, berarti sapi yang diserap. Semua menyesuaikan dengan kearifan lokal dari sisi menu makanannya,” ujar Meutya. 

Baca juga : Rudianto Suwarwono: Sepertinya Peran KASN Perlu Dihidupkan Kembali

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan, pihaknya mendukung penuh keterlibatan pelaku UMKM dalam MBG. Salah satu langkah konkretnya, BGN melarang penggunaan makanan kemasan pabrik atau ultra processed food dalam menu MBG. 

Menurut Nanik, kebijakan ini akan membuka peluang besar bagi UMKM pangan lokal untuk tumbuh. Ratusan ribu UMKM pangan akan hidup. “Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberi gizi bagi anak bangsa, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Nanik kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (18/10/2025). 

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan. Kata dia, aturan baru ini dimaksudkan untuk meluruskan kembali misi Presiden Prabowo sejak awal meluncurkan MBG, yaitu menghidupkan UMKM lokal. 

Tigor merinci beberapa ketentuan baru. Produk seperti biskuit, roti, sereal, sosis, dan nugget wajib mengutamakan produksi lokal. Khusus susu, boleh menggunakan produk luar daerah jika belum tersedia peternakan lokal, dengan catatan tidak terbatas pada satu merek. Roti dan pangan sejenis juga diprioritaskan berasal dari UMKM atau produsen lokal. 

Baca juga : Capai Kepuasan 83,5 Persen, Gerindra Bangga Kinerja Presiden

“Olahan daging seperti sosis, nugget, dan burger diutamakan dari UMKM yang memiliki sertifikasi halal, SNI, terdaftar di BPOM, dan masa edar mak­simal satu minggu dari tanggal produksi,” jelasnya. 

Tigor menambahkan, kebijakan ini untuk menjaga kualitas gizi dan memastikan manfaat ekonomi MBG dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan pada UMKM. MBG harus menjadi program yang menyehatkan sekaligus menyejahterakan,” ungkapnya. 

Deputi Bidang Usaha Mikro Kemen­terian UMKM Riza Damanik menyam­paikan hal senada. Kata dia, kementeriannya sudah meluncurkan program Temu Mitra untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program MBG. Program tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan Kepala SPPG dan Yayasan Mitra Dapur SPPG. 

Teranyar, pihaknya mempertemukan 18 pengusaha mikro terkurasi dengan para Kepala SPPG serta Kepala Yayasan Mitra Dapur SPPG di Kabupaten Bandung. Dalam pertemuan itu sekaligus dilakukan penandatanganan komitmen kemitraan antara Kepala SPPG dengan para peserta UMKM. “Harapannya makin banyak pelaku UMKM yang terlibat dalam ekosistem MBG dan UMKM bisa naik kelas,” kata Riza dalam keterangan tertulis. 

Baca juga : Soal Wacana Pramono 1 Periode Di DKI, Elite PDIP Tak Mau Komentar Panjang

Riza menambahkan, melalui program ini, UMKM akan dilibatkan di tiga titik utama ekosistem MBG, yaitu sebagai pemasok bahan baku (hulu), penyedia jasa boga di dapur SPPG (dapur), serta pengelola limbah makanan (hilir). 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, program MBG berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru di daerah. Syaratnya, UMKM dan petani lokal dilibatkan dalam rantai pasok bahan makanan bergizi. “Jika dijalankan dengan baik, MBG bisa menjadi tonggak pembangunan nasional yang komprehensif, sekaligus solusi nyata di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan,” kata Josua, kemarin. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense