BREAKING NEWS
 

Diusulkan Jadi Pahlawan, Soeharto Masih Pro-Kontra

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 26 Oktober 2025 07:20 WIB
Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masuk dalam daftar calon Pahlawan Nasional. (Foto: Dok. Wikipedia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah memproses 40 tokoh yang diusulkan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Presiden ke-2 RI Soeharto yang masuk dalam daftar nama yang diusulkan, masih menuai pro-kontra. Ada yang setuju diberikan gelar pahlawan, ada juga yang menolaknya. 

Daftar nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional tersebut telah diserahkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon

40 nama calon pahlawan nasional itu adalah: KH Muhammad Yusuf Hasyim (Jawa Timur), Demmatande (Sulawesi Barat), KH Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat), Marsinah (Jawa Timur), Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat), Abdoel Moethalib Sangadji (Maluku), Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin (Jakarta), Letkol (Anumerta) Charles Choesj Taulu (Sulawesi Utara), Mr. Gele Harun (Lampung), dan Letkol Moch Sroedji (Jawa Timur). 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Bahasa Asing Jadi Sebuah Kebutuhan

Selanjutnya Prof. Dr. Aloei Saboe (Gorontalo), Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng (Jawa Tengah), Mahmud Marzuki (Riau), Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), Drs. Franciscus Xaverius Seda (Nusa Tenggara Timur), Andi Makkasau Parenrengi Lawawo (Sulawesi Selatan), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara), Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma (Jawa Barat), KH Wasyid (Banten), dan Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati (Jawa Tengah). 

Nama lainnya termasuk Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), KH Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), HM Soeharto (Jawa Tengah), KH Bisri Syansuri (Jawa Timur), Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (Sulawesi Selatan), HB Jassin (Gorontalo), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), M. Ali Sastroamidjojo (Jawa Timur), dan dr. Kariadi (Jawa Tengah). 

Kemudian RM Bambang Soeprapto Dipokoesoemo (Jawa Tengah), Basoeki Probowinoto (Jawa Tengah), Raden Soeprapto (Jawa Tengah), Mochamad Moeffreni Moe’min (Jakarta), KH Sholeh Iskandar (Jawa Barat), Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumatera Barat), Zainal Abidin Syah (Maluku Utara), Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy (Maluku), Chatib Sulaiman (Sumatera Barat), dan Sayyid Idrus bin Salim AlJufri (Sulawesi Tengah). 

Baca juga : Satriwan Salim: Kalau Lihat Tren Global, Harusnya Bahasa Mandarin

Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, sebagian nama sudah diusulkan sejak beberapa tahun lalu. “Ada yang memenuhi syarat sejak lima atau enam tahun lalu, ada pula yang baru diputuskan tahun ini,” ujarnya. 

Terkait nama Soeharto yang masih pro dan kontra, Gus Ipul menegaskan, usulan tersebut telah melalui proses panjang dan berulang kali dibahas dalam sidang tim penilai. “Kami tetap menghargai adanya pro dan kontra, baik di internal tim maupun di masyarakat. Semua pendapat tentu menjadi pertimbangan,” ujar mantan Wali Kota Pasuruan itu. 

Proses penilaian terhadap 40 nama calon pahlawan tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Sosial, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, sejarawan, dan akademisi untuk memastikan keputusan pemerintah bersifat objektif dan berimbang. 

Adsense

Baca juga : Pemakzulan Bupati Pati Diputuskan Akhir Bulan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan, keputusan akhir akan ditetapkan oleh Presiden. Ia belum dapat memastikan siapa saja yang akan menerima gelar tahun ini. Biasanya jumlahnya tidak banyak. Dalam satu tahun paling banyak delapan orang. “Tapi karena ini tahun istimewa, 80 tahun Indonesia merdeka, mungkin bisa lebih banyak,” ujarnya. 

Fadli menambahkan, nama-nama calon pahlawan berasal dari proses berjenjang mulai dari kabupaten dan kota, kemudian ke provinsi, hingga tingkat nasional. Seluruh nama juga telah melalui proses diskusi akademik dan rekomendasi dari para sejarawan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense