Dark/Light Mode

Atasi Tantangan Dunia Pendidikan Dan Industri

Program Magang Nasional Untuk Pengalaman Kerja

Minggu, 26 Oktober 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah meluncurkan Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi untuk menjembatani lulusan baru agar memiliki keterampilan dan pengalaman kerja, sebelum memasuki pasar kerja.

Program ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan antara suplai dan permintaan tenaga kerja terdidik yang selama ini menjadi tantangan dunia pendidikan dan industri. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 dan menjadi inisiatif pertama yang dimulai tahun ini. 

“Program ini diharapkan mampu menjembatani sekitar 8 sampai 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi yang belum terserap pasar kerja,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (20/10/2025). 

Baca juga : Langkah PGN Bisa Kurangi Ketergantungan BBM Fosil

Airlangga menekankan pentingnya pengalaman kerja bagi lulusan baru yang sering tersisih dalam proses rekrutmen tenaga kerja. 

“Karena itu, perusahaan yang mau menerima peserta magang patut diapresiasi,” katanya. 

Program magang ini tak hanya memberikan pengalaman kerja, juga memastikan kesejahteraan peserta. Setiap peserta akan memperoleh uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota yang disalurkan langsung tanpa potongan, serta perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. 

Pada tahap pertama, sebanyak 1.668 perusahaan telah bergabung dengan total 26.181 lowongan. Dari 156.159 pelamar, sebanyak 14.913 orang telah resmi ditetapkan sebagai peserta magang gelombang pertama. 

Baca juga : Waspada, Cuaca Ekstrem Bisa Ganggu Fungsi Otak

“Kuota tahap ini ditargetkan mencapai 20.000 peserta setelah gelombang kedua rampung,” ujar Airlangga. 

Pemerintah juga menyiapkan pendaftaran batch kedua pada awal November 2025 dengan kuota empat kali lebih besar, yakni 80.000 peserta. 

“Kuota 100.000 peserta itu angka minimal, Kalau bisa ditingkatkan lagi, akan kita dorong. Batch berikutnya juga akan melibatkan lebih banyak perusahaan dari seluruh Indonesia,” imbuhnya. 

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Dana tersebut digunakan untuk membayar gaji selama enam bulan bagi peserta magang dengan besaran setara Upah Minimum Provinsi (UMP). 

Baca juga : Real Madrid Vs Barcelona, Kompak Sesumbar Menang

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, program Magang Nasional Siap Kerja akan kembali dibuka pada 2026 dengan kuota minimal 100.000 posisi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.