RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyambut positif langkah Australia yang secara resmi mengidentifikasi Indonesia sebagai kandidat kuat anggota blok perdagangan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Sebagai Ketua CPTPP tahun 2025, Australia menargetkan proses aksesi Indonesia akan dimulai pada 2026.
Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia, Don Farrell, dalam pernyataan resminya pada Jumat (21/11), menyebutkan ada empat negara yang dinilai sejalan dengan Prinsip Auckland. Negara tersebut adalah Uruguay, Uni Emirat Arab, Filipina, dan Indonesia.
Australia memutuskan memulai proses aksesi dengan Uruguay terlebih dahulu, sementara proses bagi Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab dijadwalkan berlanjut segera pada tahun 2026.
Baca juga : Lolos Piala Dunia, Skotlandia Akhiri Penantian 28 Tahun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pengakuan ini sebagai sinyal penting kesiapan Indonesia berperan lebih besar dalam ekonomi regional. Menurutnya, secara regulasi Indonesia sudah sangat siap.
"CPTPP ini merupakan perjanjian perdagangan antar ekonomi. Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di berbagai perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD," jelas Airlangga.
Ia menegaskan, pemerintah hanya memerlukan sedikit revisi aturan domestik. "Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan untuk memenuhi komitmen di CPTPP," tambahnya.
Baca juga : Agrinesia Borong 5 Penghargaan Di IABC Indonesia Awards 2025
Sebagai informasi, CPTPP adalah blok perdagangan raksasa yang menghubungkan 12 negara dengan total penduduk 590 juta jiwa. Blok ini mencakup hampir 15 persen dari PDB global.
Bagi Indonesia, bergabung ke dalam CPTPP diproyeksikan membuka akses pasar baru, terutama dengan negara anggota yang belum memiliki perjanjian bilateral. Hal ini diharapkan mendongkrak ekspor dan menarik investasi asing langsung (FDI) berkat iklim investasi yang lebih transparan.
Sebaliknya, kehadiran Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dinilai akan memberikan nilai tambah signifikan bagi CPTPP. Integrasi ini memperkuat relevansi blok tersebut di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : Sigap Baca Arah Angin, Indonesia Tahan Banting
Komitmen ini sebelumnya juga telah ditegaskan Airlangga saat bertemu Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong. Kebijakan perdagangan nasional dipastikan akan bergerak menuju standar yang lebih tinggi guna memacu volume ekspor dan impor antarnegara anggota.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.