BREAKING NEWS
 

Atasi Bencana Alam Sumatera, DMI Serukan Masjid Jadi Shelter Pengungsi

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Kamis, 27 November 2025 23:09 WIB
Ketua PP DMI Jusuf Kalla (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), memicu duka dan keprihatinan berbagai elemen masyarakat. Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyerukan agar masjid-masjid di daerah terdampak dibuka dan dijadikan tempat penampungan sementara bagi pengungsi.

Seruan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 227.C/III/SE/PP-DMI/XI/2025 yang dikeluarkan, Kamis (27/11/2025). Surat ditujukan kepada seluruh jajaran kepengurusan DMI di berbagai tingkat, organisasi otonom DMI, serta pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan Takmir Masjid/Mushola di tiga provinsi terdampak.

Dalam surat edarannya, Ketua PP DMI Jusuf Kalla (JK) mengimbau seluruh masjid di tiga provinsi membuka lebar-lebar pintunya untuk menjadi hunian darurat (shelter) bagi pengungsi banjir.

"DMI juga mendorong agar pengurus masjid dan jamaah secara aktif mengupayakan pemberian bantuan kemanusiaan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk meringankan beban para korban," kata JK, dalam siaran persnya, Kamis (27/11/2025).

Baca juga : Banjir Dan Longsor Landa Sumatera, MUI Serukan Salat Gaib

Banjir bandang dan longsor di tiga provinsi ini mengakibatkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Kata JK, langkah DMI ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan mempercepat penanganan darurat di lapangan.

"Masjid segera bertransformasi menjadi pusat penanganan bencana yang memberikan rasa aman, nyaman, dan bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi," imbau JK.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, empat wilayah kabupaten di Sumatera Utara, yang meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi dari Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025). Akibatnya, banjir bandang, hingga tanah longsor pun terjadi.

Adsense

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan, saat ini telah mengerahkan tim yang dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk berkoordinasi dan menyusun langkah penanganan darurat bersama BPBD, TNI-Polri, dan Pemerintah Daerah setempat. "BNPB telah mengerahkan tim dipimpin Deputi 4 melalui Bandara Silangit Tapanuli Utara," bebernya.

Baca juga : Pratikno Ajak Gerakan Rehabilitasi Lingkungan

Selain melaksanakan fungsi koordinasi dan pendataan, tim BNPB juga turut membawa sejumlah bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak.

Langkah berikutnya, BNPB akan membuka akses yang terputus akibat tanah longsor di sejumlah titik yang menghubungkan antara Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. "Pembukaan akses dilakukan dalam waktu satu hingga dua hari ini," sebut Suharyanto.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga telah mengerahkan tim serta mengirimkan peralatan dan logistik ke wilayah bencana di sejumlah titik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansyah Harahap menyatakan, Gubernur Bobby Nasution telah memerintahkannya untuk menurunkan personel beserta peralatan evakuasi bencana.

Baca juga : Erupsi Tanpa Tanda-tanda Semeru Harus Jadi Perhatian Para Peneliti Tanah Air

"Tim, personel BPBD sudah diterjunkan ke lokasi terdampak, alat-alat yang dibutuhkan juga sudah dikirim," ujarnya di Medan, Rabu (26/11/2025).

Namun demikian, penyaluran peralatan masih dalam perjalanan karena terkendala akses jalan yang belum bisa dilintasi.

Erwin menambahkan, BPBD Sumut telah menyiapkan bantuan paket senilai Rp 60 juta beserta peralatan penanganan bencana. Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan BNPB terkait bantuan dana siap pakai untuk kabupaten yang terdampak.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak BUMN seperti Pertamina, Inalum, PLN, dan Antam untuk bantuan kepada korban terdampak," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense