Dark/Light Mode

Erupsi Tanpa Tanda-tanda Semeru Harus Jadi Perhatian Para Peneliti Tanah Air

Jumat, 21 November 2025 22:18 WIB
Warga mengevakuasi barang dari rumahnya yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025). (Foto: Antara)
Warga mengevakuasi barang dari rumahnya yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), meletus Rabu (19/11/2025). Peristiwa tersebut disaksikan lewat rekaman video yang dibagikan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

Dalam video tersebut, awan panas mulai keluar dari kawah Semeru pukul 16.18 WIB. Badan Geologi pada pukul 17.25 WIB menyatakan status Semeru dinaikkan menjadi Level IV atau Awas.

Pakar Vulkanogi Surono menyebut, ada fenomena baru dalam rangkaian erupsi Semeru terbaru. "Biasanya akivitas vulkanis, gempa, temperatur, itu meningkat. Dalam erupsi Semeru kemarin, ada awan panas dan meningkat tapi cepat," kata Surono, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, Kamis malam (20/11/2025).

Sebelumnya, kata Surono, Semeru kerap memberikan sinyal aktivitas meningkat jika akan erupsi. Sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan memberikan peringatan bertingkat dari Waspada, naik ke Siaga, kemudian Awas.

Baca juga : Finishing Tumpul, Indra Sjafri Pasang Alarm Pembenahan

Dengan fenomena baru yang terjadi, peringatan bencana berstatus Awas baru diumumkan setelah erupsi terjadi. Fenomena ini tentu harus menjadi perhatian bagi peneliti di Tanah Air.

Namun, ahli geologi ini tak menampik kondisi alam kerap berubah. Aktivitas gunung api tak harus sama dengan masa lalu. 

"Karena punya ketidakpastian, tak ada pakem, kita yang harus menyesuaikan dengan alam. Ya harus diteliti dan dipantau ketidakpastian tanda-tandanya itu," pesan mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu.

Dia mengingatkan, fenomena Semeru teranyar ini harus menjadi catatan penting bagi mitigasi bencana. Khususnya dalam hal evakuasi warga.

Baca juga : Gerindra Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

"Supaya diketahui aktivitasnya secara dini, maka akan memberi peringatan dini secepat mungkin. Tujuannya agar masyarakat tahu secara cepat ancaman bahayanya. Tidak boleh naik, evakuasi, dan lainnya," ujarnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mencatat, ada tiga desa di dua kecamatan yang terdampak letusan Semeru. Desa tersebut yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. Ada ratusan jiwa mengungsi di tiga titik.

"Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan pendataan di lapangan," ujar Suharyanto.

Suharyanto memaparkan, jarak erupsi Semeru sejauh 14 kilometer. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. "Sebab desa atau daerah yang rawan, sudah di relokasi di tempat yang aman pada tahun 2023," imbuhnya.

Baca juga : Pertemuan Komandan Sesko TNI-NIDS dan JSC Perkuat Kerja Sama Pendidikan Militer

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari mengimbau tak ada aktivitas apa pun, termasuk ekonomi, sepanjang Besuk Kobokan. "Secara sektoral masyarakat dan siapa pun diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 20 KM sepanjang Besuk Kobokan," kata Abdul dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).

Abdul meminta Pemda, termasuk TNI dan Polri di Lumajang menutup sementara akses ke radius 20 KM Besuk Kobokan tersebut. Termasuk radius 500 meter dari sungai-sungai yang mengarah ke Besuk Kobokan. "Tolong berikan penanda visual agar masyarakat paham batas daerah yang tak boleh dimasuki," pesannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.