Dark/Light Mode

Kisah Semen, Sumur, dan Rahasia Dapur Elnusa

Sabtu, 1 November 2025 22:28 WIB
Laboratorium Cementing & Stimulation Elnusa yang berlokasi di Mundu, Indramayu, Jawa Barat. Fasilitas penting dalam mendukung operasi migas. (Foto: Fazry/RM.id)
Laboratorium Cementing & Stimulation Elnusa yang berlokasi di Mundu, Indramayu, Jawa Barat. Fasilitas penting dalam mendukung operasi migas. (Foto: Fazry/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Udara panas khas kawasan industri siang itu menampar lembut kulit para tamu di Warehouse Mundu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dari luar, bangunan itu tampak seperti gudang biasa: berderet pipa baja, drum logam, dan truk besar yang keluar-masuk area.

Namun di balik pintu kacanya, PT Elnusa Tbk menyimpan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar peralatan pengeboran, resep rahasia yang menjadi penentu hidup-matinya sebuah sumur minyak dan gas bumi (migas).

“Seluruh kegiatan pemboran, baik di Pertamina, di luar Pertamina, bahkan di luar negeri, jasa cementing ini sangat penting,” ujar Direktur Operasional Elnusa, Andri Wibowo saat membuka perbincangan di tengah kunjungan media ke Fasilitas Integrated Supporting Base (ISB) Mundu, Kamis (30/10/2025).

Andri bercerita, cementing atau penyemenan sumur migas adalah proses krusial yang menentukan keberhasilan eksplorasi maupun eksploitasi migas.

Proses ini juga berperan penting dalam kerja ulang (workover) sumur lama yang mengalami water blocking, fenomena ketika air menggantikan posisi minyak dan menghambat aliran hidrokarbon.

“Dari total pekerjaan yang begitu besar, Elnusa saat ini baru memegang pangsa pasar sekitar 13 persen. Kami optimistis bisa meningkatkan pangsa pasar menjadi 25 persen pada tahun depan,” tuturnya.

Direktur Operasional Elnusa Andri Wibowo. (Foto: Fazry/RM.id)

Cerita semen ini bermula dari sebuah proses teknis yang rumit. Bubur semen khusus dipompa ke dalam lubang bor untuk mengisi ruang antara casing (pipa baja) dan dinding lubang.

Fungsi utamanya bukan sekadar merekatkan logam dengan batuan, melainkan mengisolasi lapisan geologi agar fluida—air, gas, atau minyak—tak bocor antar lapisan.

Baca juga : Semen Migas dan Motor Sampah: Langkah Nyata Elnusa di Mundu

“Kesuksesan aktivitas pengeboran salah satunya ditentukan oleh pemasukan cementing yang tepat. Cementing bukan sekadar pelengkap, tapi pekerjaan fundamental,” ujar Andri menegaskan.

Untuk memperkuat bisnis ini, Elnusa bersiap kedatangan dua unit baru awal tahun depan. Kedua unit ini akan menambah armada layanan cementing nasional.

Perusahaan juga tengah menyiapkan cementing school, tempat calon insinyur semen ditempa dari berbagai perguruan tinggi. “Akan ada cementing school di mana Elnusa merekrut sumber daya manusia dari berbagai perguruan tinggi terbaik untuk dididik dan siap menjadi cementing engineer,” kata Andri.

Namun jalan menuju kemandirian tak selalu mulus. Bisnis cementing di Indonesia masih dikuasai pemain asing seperti Schlumberger dan Baker Hughes. Beberapa tahun lalu, Elnusa menjalin kerja sama strategis dengan Schlumberger untuk proyek cementing offshore di Delta Mahakam, wilayah kerja (WK) milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Kerja sama itu lahir dari Master Cooperation Agreement (MCA) tahun 2018, dengan nilai kontrak 95,6 juta dolar Amerika Serikat dan komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 35,11 persen.

Elnusa saat ini telah mampu mengaplikasikan cementing untuk pengeboran offshore, onshore, dan panas bumi (geothermal), sehingga sudah mampu bersaing dengan perusahaan lain. Pengembangan kapabilitas lokal menjadi kunci untuk mencapai target swasembada energi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

"Secara langsung, kiprah Elnusa ini akan membantu pencapaian lifting migas,” kata Andri.

Andri kemudian mengingatkan pentingnya penyemenan yang baik. Jika sumur dibor tanpa disemen, dindingnya akan runtuh.

“Proses penyemenan juga berfungsi untuk melapisi dan memisahkan antar lapisan batuan,” ujarnya.

Dari Outsourcing ke Dapur Sendiri

Baca juga : Islam, Sumpah Pemuda Dan Visi Kebangsaan

Dulu, rahasia dapur Elnusa belum seutuhnya di tangan sendiri. Formulasi semen dan uji kekuatannya masih dipesan ke pihak luar, mahal, memakan waktu, dan berisiko bocor.

“Dulu, sebelum kami memiliki laboratorium semen sendiri, jasa formulasi dan uji kekuatan semen dilakukan secara outsourcing ke pihak lain. Itu tentu memerlukan biaya tambahan, dan ada risiko juga, resep dan formula kami bisa diketahui pihak luar,” kenang Andri.

Seorang pekerja Elnusa melakukan peracikan semen untuk diaplikasikan pada sumur migas, di Laboratorium Cementing & Stimulasi di Mundu, Indramayu. (Foto: Fazry/RM.id).

Kesadaran itu membuat manajemen mengambil langkah besar. Setelah melalui studi dan penerapan Good Corporate Governance (GCG), Elnusa membangun laboratorium semen sendiri di kompleks Mundu.

Kini, bangunan yang dulu hanya disebut “gudang” menjelma menjadi Integrated Supporting Base (ISB) Mundu, tempat seluruh aktivitas perawatan, reconditioning, hingga kalibrasi peralatan migas dilakukan dengan standar Health, Inspection, Calibration, and Certification (HICC).

“Kini fungsinya bukan sekadar gudang. Karena di sini juga ada laboratorium, peralatan, dan uji coba berbagai macam. Kami lebih tepat menyebut fasilitas ini sebagai Integrated Supporting Base (ISB),” tegas Andri.

Fasilitas serupa kini berdiri di Batakan (Balikpapan), Duri (Riau), dan Prabumulih (Sumatera Selatan), menjadi simpul penting jaringan operasi hulu Elnusa di seluruh negeri.

Semen Merah Putih dan Amanah Energi

Langkah berikutnya adalah menciptakan formula khas anak negeri. Andri menyebutnya Semen Merah Putih, produk penyemenan sumur minyak yang seluruh bahan bakunya berasal dari semen produksi Indonesia.

“Sebuah langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan impor,” ujarnya.

Beberapa contoh semen yang berhasil diracik Elnusa sesuai dengan karakteristik sumur migas.

Elnusa pun melebarkan sayap. Tak hanya melayani Pertamina, mereka juga dipercaya operator asing dan regional seperti Total, FICO, PTT Thailand, Petronas Malaysia, serta operator di Vietnam.

Baca juga : Kemenhub Berkomitmen Wujudkan Transportasi Rendah Karbon

Kini, perusahaan tengah menjajaki kerja sama di Aljazair. Menurut Andri, kehadiran Elnusa bukan sekadar bisnis. Semua ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam hal kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Karena sesungguhnya, para pemegang wilayah kerja migas tidak akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik tanpa dukungan jasa penunjang (supporting services), baik di hulu maupun hilir, seperti yang dilakukan Elnusa,” kata Andri.

“Jadi, inilah bukti nyata dari dukungan kami terhadap Asta Cita pemerintah untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi.”

Menjelang sore, di antara denting logam dan deru mesin di Mundu, semangat kemandirian energi terasa hidup. “Insya Allah, sinergi antara stakeholder, termasuk media, akan memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional,” tutur Andri menutup percakapan.

Laboratorium semen di Mundu mungkin hanya satu titik kecil dalam peta besar industri migas Indonesia.

Namun dari titik kecil itu, cerita kemandirian energi tengah ditulis dengan formula, inovasi, dan keyakinan bahwa bangsa ini bisa berdiri di atas kekuatannya sendiri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.