BREAKING NEWS
 

Setelah 36 Tahun Mengajar, Guru PAUD NTT Resmi Jadi PPPK

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 29 November 2025 15:24 WIB
Asnat Nenabu. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asnat Nenabu (56), guru honorer di PAUD Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap nasib tenaga honorer di daerah.

“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto yang dengan adanya video saya, Bapak tanggapi. Dan sampaikan salam saya dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden,” kata Asnat di halaman PAUD Sobana Fotilo, Kamis (27/11).

Asnat akhirnya masuk dalam daftar PPPK paruh waktu Kabupaten TTS setelah 36 tahun mengabdi sebagai guru. Ia mulai mengajar sejak lulus SMA di SMP Kristen Puli, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena syarat pendidikan sarjana yang belum dapat dipenuhi akibat keterbatasan biaya, ia memutuskan mengajar di PAUD hingga saat ini.

Baca juga : Trump Juru Damai Thailand Vs Kamboja

Nama Asnat sempat menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia meminta pemerintah memberikan perhatian kepada para guru honorer, khususnya mereka yang telah puluhan tahun mengajar tanpa kepastian status. Ia berharap dapat merasakan gaji dari pemerintah sebelum memasuki usia pensiun pada 60 tahun.

Selama 12 tahun mengajar di PAUD, Asnat mengaku hanya menerima upah Rp200 ribu per bulan yang bersumber dari dana BOS. Karena itu, kabar pengangkatan menjadi PPPK paruh waktu disambutnya dengan penuh syukur.

Adsense

“Saya sangat bersyukur. Tapi saya juga mau teman-teman saya ikut merasakan berkat dari pemerintah. Karena mereka juga mengabdi untuk generasi muda,” ujarnya.

Baca juga : Tekankan Inovasi, Gubernur Suhardi Duka Resmikan Kantor PDAM Polman

Asnat menegaskan profesi guru adalah panggilan hidupnya. Ia menyatakan tetap akan mengajar meski tidak diangkat menjadi PPPK.

“Biar tidak diangkat pun saya tetap mengajar sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Walaupun tidak diperhatikan pemerintah, saya tetap mengajar, biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa,” katanya.

“Biar sampai mata saya buta, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Karena saya cinta anak-anak, saya cinta kampung saya,” tambahnya.

Baca juga : Ungkap 15 Tahun Bersama, Zulhas: PAN Akan Selalu Bersama Pak Prabowo

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Liou memastikan bahwa pemerintah kabupaten telah memenuhi permohonan Asnat untuk menjadi PPPK paruh waktu. Ia menegaskan pemda juga akan memperjuangkan status tenaga honorer lainnya secara bertahap.

“Menjawab pemberitaan di media sosial mengenai Ibu Asnat Nenabu, dapat kami sampaikan bahwa Ibu Asnat telah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” kata Eduard dalam keterangan resminya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense