BREAKING NEWS
 

Akses Darat Gayo Lues Masih Sulit Ditembus, Kominsa Kebut Distribusi Starlink

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 1 Desember 2025 20:36 WIB
Kondisi rumah warga terdampak banjir bandang di kawasan Tripa, Nagan Raya. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Edi Yandra mengatakan akses bantuan ke Gayo Lues belum bisa ditembus melalui jalur darat. Sementara Aceh Tamiang yang sebelumnya juga terisolir akibat sejumlah akses terputus dihantam banjir bandang, kini sudah bisa ditembus lewat jalan darurat.

"Kalau Aceh Tamiang sudah tembus, karena lewat jalan darurat," kata Edi lewat sambungan telepon kepada Rakyat Merdeka, Senin (1/12).

Untuk pengiriman bantuan ke Gayo Lues, pemerintah harus mengerahkan armada udara. Hal serupa juga diterapkan untuk pengiriman bantuan ke titik-titik lokasi yang masih sulit diakses di Aceh Tamiang.

Selain kendala jalur darat, pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi masih terjadi di hampir seluruh wilayah di Aceh. Kominsa Aceh, kata Edi akan segera mendistribusikan bantuan perangkat internet satelit Starlink dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Baca juga : Suplai BBM Aceh-Sumatera Aman, Pertamina Kebut Distribusi Ke Daerah Terisolir

"Terutama ke wilayah tengah. Kalau wilayah timur sudah bisa dari kemarin," lanjutnya.

Terkait infrastruktur yang rusak, terutama jalan dan jembatan yang terputus akibat dihantam banjir dan longsor juga mulai ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). "Dari PU sudah di lapangan semua. Targetnya untuk jembatan darurat, saya rasa dalam jangka waktu 10 hari mungkin sudah clear," tandasnya.

Adsense

Masalah paling krusial lainnya adalah stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kian langka, terutama di wilayah-wilayah terisolir. Karena distribusi BBM yang selama ini hanya bisa dilakukan lewat jalur darat, kini terhambat karena jalan rusak dan jembatan yang terputus belum selesai diperbaiki.

"Jalur pengiriman BBM lewat darat, memang ada kesulitan untuk ditembus. Tapi kalau pemerintah barangkali mau mengirimkan lewat udara bisa jadi cukup membantu," sambungnya.

Baca juga : Akses Bener Meriah Putus, BNPB Gercep Kirim Sembako, Genset, Starlink Via Udara

Sementara pengerahan sejumlah tim relawan dari pusat kota Banda Aceh, kata Edi dilakukan lewat jalur laut. Mereka menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Ulhee Lhee.

Sebelumnya, Sekda Aceh, M. Nasir juga melaporkan bahwa sejumlah akses krusial kini terus dikebut pembukaan aksesnya, termasuk jalur Bireuen–Aceh Utara yang ditargetkan pulih dalam tiga hari lewat pembangunan Jembatan Bailey.

“Konektivitas Bireuen–Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan. Targetnya tiga hari selesai dan bisa dilalui,” kata Nasir dalam konferensi pers di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh 2025, Minggu (30/11/2025).

Selain itu, akses Aceh Utara menuju Bener Meriah juga dikerjakan secara simultan dengan dukungan enam alat berat dari pemerintah dan pihak swasta. Upaya serupa dilakukan pada jalur Abdya–Gayo Lues serta jalur Gayo Lues menuju Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.

Baca juga : PNM Ajak Karyawan Maknai Merdeka dengan Kontribusi Nyata

“Aceh Tenggara sudah tembus ke Sumatera Utara. Jadi sekarang fokusnya menembus jalur tengah agar konektivitas kembali normal,” jelas Nasir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense