BREAKING NEWS
 

Ketum BPW Indonesia Giwo Rubianto Raih Anugerah KPAI 2025

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 12 Desember 2025 21:42 WIB
Ketua Umum (Ketum) Business and Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto menerima Anugerah KPAI 2025 di Studio TVRI, di Ruang Auditorium Bung Karno, Gedung Pusat Produksi Siaran (GPPS) TVRI, Jakarta, Rabu, (10/12/2025). Foto: Dok BPW Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar Anugerah KPAI 2025 sebagai bentuk apresiasi bagi berbagai pihak yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam perlindungan dan penyediaan hak anak di Indonesia.

Penghargaan nasional ini diserahkan oleh Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah dalam acara yang berlangsung di Studio TVRI, di Ruang Auditorium Bung Karno, Gedung Pusat Produksi Siaran (GPPS) TVRI, Jakarta, Rabu, (10/12/2025).

Di antara penghargaan diberikan kepada Ketua Umum (Ketum) Business and Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya selama menjabat sebagai Ketua KPAI pada periode 2004–2007.

“Penghargaan tersebut bukan hanya pengakuan atas perjalanan masa lalu, tetapi juga pengingat bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab kolektif yang tidak pernah selesai,” kata Giwo, dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

Baca juga : Pertamina Hulu Rokan Raih Tiga Penghargaan Internasional di SIIF 2025

Giwo mengamini, penghargaan ini diberikan kepada para pejuang perlindungan anak yang telah memberikan kontribusi dan konsisten bagi pemenuhan hak-hak anak di Indonesia. Baginya, perlindungan anak bukan hanya tugas Pemerintah atau lembaga tertentu.

“Melainkan kewajiban seluruh elemen bangsa, mulai dari orang tua, sekolah, masyarakat, hingga sektor digital yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak,” rincinya.

Di kesempatan ini, Giwo menceritakan tantangan yang dihadapi KPAI ketika di bawah kepemimpinannya sekitar 21 tahun silam. Analoginya, sistem perlindungan di masa itu seperti menapaki hutan belantara, penuh tantangan, juga harapan.

Adsense

Pada masa itu, KPAI baru mulai meletakkan fondasi penting bagi perlindungan anak, termasuk memperkuat pasal terkait kekerasan terhadap anak dan memperjelas jaminan hak-hak anak dalam berbagai regulasi nasional.

Baca juga : Ketemu Wamenperin, Ford Siap Investasi Dan Mulai Perakitan Lokal 2028

Dibandingkan dengan perjuangan saat ini, menurut Giwo, memiliki struktur yang lebih terkoordinasi dan membuat perlindungan anak bergerak ke arah yang lebih sistematis dan menjangkau lebih banyak kelompok rentan.

Namun, Giwo juga memberikan catatan terhadap skuad KPAI saat ini bahwa tantangan perlindungan anak semakin kompleks. Kasus kekerasan fisik, psikis, dan seksual masih tinggi dan sering terjadi di lingkungan terdekat anak.

Pun, perundungan di sekolah maupun media sosial menunjukkan tren peningkatan dan berdampak panjang pada kondisi psikologis serta prestasi belajar. Risiko digital seperti cyberbullying, grooming, dan eksploitasi online juga terus mengintai anak.

“Selain itu masalah kesehatan mental, eksploitasi ekonomi terhadap anak dari keluarga rentan, serta keterbatasan akses bagi anak penyandang disabilitas menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor,” katanya.

Baca juga : Hari Ini, Indonesia Siap Kawinkan Emas Di Final Beregu SEA Games 2025

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliatul Maimunah, menambahkan bahwa Anugerah KPAI 2025 merupakan sarana advokasi untuk memastikan keberpihakan pada anak terus meningkat di seluruh lini.

“Perubahan berawal dari kepedulian. Para penerima anugerah hari ini membuktikan bahwa perlindungan anak dapat diwujudkan melalui inovasi, layanan yang responsif, dan kolaborasi yang berkelanjutan. KPAI akan terus mengawal pemenuhan hak anak agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan berdaya,” ujar Margaret.

Diketahui, acara ini juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo atas komitmennya memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui pembentukan Direktorat Perlindungan Perempuan, Anak, dan Penanganan Perkara Orang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense