BREAKING NEWS
 

Badan Gizi Nasional Dorong UMKM & Masyarakat Lokal Jadi Tulang Punggung Program MBG

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 17 Desember 2025 09:08 WIB
Plt. Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Gunalan memberikan sambutan saat kegiatan bertema Kolaborasi UMKM dan Kelompok Masyarakat sebagai Pilar Ketahanan Penyediaan Pangan Bergizi di Tengah Risiko dan Dampak Bencana di Bandung, Jawa Barat, Senin (15/12/2025).(Foto: Mohamad Qori/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PLT Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM dan kelompok masyarakat lokal sebagai supplier merupakan kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah terdampak bencana.

Gunalan mengatakan, saat ini, terdapat 264 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera yang dimanfaatkan sebagai dapur umum.

Dapur-dapur tersebut menjadi garda terdepan, bekerja secara sukarela membantu korban bencana dengan menyiapkan makanan gratis yang tetap memenuhi standar gizi.

“Yang kita berikan bukan sekadar makanan, tetapi asupan bergizi yang benar-benar diperhitungkan,” ujar Gunalan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/12/2025).

Ia menekankan, bahwa kegiatan ini bukan seremoni belaka, melainkan bagian dari strategi nasional Badan Gizi Nasional untuk memastikan Program MBG berjalan berkualitas, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

Baca juga : Haedar Nashir: UMJ Harus Jadi Teladan Peradaban Islam Berkemajuan

Setelah hampir satu tahun berjalan sejak diluncurkan pada 6 Januari, MBG telah berkembang menjadi penggerak ekonomi desa yang nyata.

“Di banyak desa terpencil dan wilayah berpenduduk jarang, dapur MBG kini menjadi pusat ekonomi produktif. UMKM rumahan mulai berinovasi. Bahan pangan yang dulu terbuang, seperti pisang, sekarang diolah, dikemas dengan baik, dan disuplai ke dapur MBG,” ujar Gunalan.

BGN menegaskan bahwa UMKM, koperasi, BUMDes, dan kelompok masyarakat lokal harus menjadi aktor utama dalam rantai pasok MBG. Idealnya, seluruh bahan baku berasal dari masyarakat sekitar.

Adsense

Fakta di lapangan menunjukkan masih ada SPPG yang berbelanja di pasar karena keterbatasan produksi lokal dan tuntutan pertanggungjawaban administrasi.

Prinsip dasar Program MBG sangat sederhana namun kuat: pangan diproduksi oleh rakyat, diolah oleh rakyat, dibeli oleh negara, dan dikonsumsi oleh rakyat.

Baca juga : Paramadina Dorong Sekolah Bebas Kekerasan Lewat Edukasi Langsung

Secara nasional, hingga saat ini telah beroperasi 17.362 SPPG, didukung oleh lebih dari 736 ribu petugas lapangan, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 44 juta jiwa. Rantai pasok MBG digerakkan oleh lebih dari 40 supplier.

Dampak ekonomi mulai terlihat nyata. Di Sulawesi Utara serta Blora–Grobogan, warga yang sebelumnya bekerja di sektor informal kembali bertani.

“Masyarakat kembali ke sektor pertanian. Ini sinyal sehat bagi ekonomi desa,” ujar Gunalan.

UMKM dinilai akan semakin krusial untuk mendukung keberlanjutan MBG pada 2025–2026.

Di Jawa Barat, yang memegang peran strategis nasional, ditargetkan 4.600 SPPG, dengan 3.999 sudah beroperasi, didukung 179.609 petugas, lebih dari 9.000 supplier, serta jangkauan penerima manfaat yang luas.

Baca juga : Tahun Kedua, Layanan Perbankan Ini Dorong Masyarakat Lebih Aktif dan Produktif

Provinsi ini dinilai menunjukkan capaian program yang tinggi sekaligus mendorong penggunaan produk lokal secara signifikan.

Gunalan berharap Jawa Barat dapat menjadi contoh nasional keterlibatan UMKM dalam Program MBG.

“MBG bukan proyek sesaat. Ini investasi sosial dan ekonomi jangka panjang. Kalau dikerjakan bersama dan benar, manfaatnya kembali ke rakyat,” pungkas Gunalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense