BREAKING NEWS
 

RI Ikut Dewan Perdamaian, GREAT Institute: Kesempatan Wujudkan Perdamaian Dunia

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Jumat, 23 Januari 2026 22:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan di acara Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026). (Foto: Setneg0

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan di acara Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss, Selasa (22/1/2026), menandatangani kesepakatan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk menangani konflik di Gaza antara bangsa Palestina dengan Israel.

Kesepakatan Dewan Perdamaian tersebut juga ditandatangani oleh Turki, Pakistan, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab dengan tugas menyusun kerangka kerja dan mengoordinasikan pendanaan rekonstruksi hingga Otoritas Palestina mampu kembali memimpin Gaza secara aman dan efektif.

Baca juga : Perkuat Lini Belakang, Persis Datangkan 2 Pemain Asal Serbia

GREAT Institute memberikan apresiasi terhadap keikutsertaan Indonesia atas inisiatif Presiden Prabowo dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Adsense

"Ini merupakan langkah tegas Prabowo dalam mewujudkan amanat konstitusi, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dan pendudukan militer Israel di Gaza serta operasi di Tepi Barat adalah salah satu bentuk penjajahan yang nyata," ungkap Kepala Desk Politik GREAT Institute Hanief Adrian dalam rilis hari Jumat (23/1/2026).

Baca juga : Sambut Putaran 2, Persik Kediri Datangkan 5 Pemain Baru

Walaupun demikian, Hanief menyarankan kepada Presiden Prabowo untuk mengambil langkah hati-hati, serta menyusun strategi dan taktik perundingan yang lebih mengutamakan hak bangsa Palestina, apalagi Dewan Perdamaian Gaza ini adalah inisiatif Presiden Trump yang dikenal dekat dengan PM Israel Benyamin Netanyahu.

"Trump adalah inisiator perdamaian ini, dan menantunya Jared Kushner adalah arsitek rekonstruksi Gaza, sementara  Kushner adalah jalur lobi Trump dengan Netanyahu yang kerap kali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan penduduk Gaza," tegas Hanief.

Baca juga : Trump Bikin "PBB" Baru, Undang Pemimpin Dunia

Sikap negara-negara Eropa dan Cina yang menolak bergabung, menunjukkan komunitas internasional masih belum percaya sepenuhnya bahwa Dewan Perdamaian memang bertujuan mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dalam kerangka solusi dua negara (two state solution) dengan batas wilayah Pra-Perang Enam Hari 1967.

"Jika Presiden Prabowo mampu memainkan peranan yang strategis dan memihak hak bangsa Palestina untuk merdeka, tentu nama kita sebagai bangsa akan harum dan Prabowo akan menjadi salah satu pemimpin dunia yang dikenang berkomitmen mewujudkan perdamaian," tutup Hanief.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense