RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan penjelasan soal gempa darat M4,5 yang terasa kuat mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15.32 WIB. Wilayah terdekat episenter gempa yang diklasifikasikan ke dalam kelas tanah lunak, disebut memicu gempa Bantul yang terkait dengan aktivitas sesar Opak, terasa lebih intens. Berikut penjelasan lengkapnya:
Informasi Gempa
Gempa terjadi pada hari Selasa, tanggal 27 Januari 2026, pukul 13.15.32 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 7,87 LS – 110,49 BT, di Timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa bumi ini memiliki magnitudo M 4,5 dengan kedalaman hiposenter 11,0 km.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS/United States Geological Survey), episenter gempa berada pada koordinat 8,0239 LS – 111,3773 BT dengan magnitudo M 5,7 pada kedalaman hiposenter 127,0 km.
Berdasarkan data Pusat Riset Geosains Jerman (GFZ /GeoForschungsZentrum), episenter gempa berada pada koordinat 8,041 LS – 111,355 BT dengan magnitudo M 5,73 pada kedalaman hiposenter 125,4 km.
Kondisi Geologi & Penyebab Gempa
Baca juga : KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Jakarta Utara Tersangka Suap Pemeriksaan Pajak
Lokasi episenter gempa bumi terletak di darat. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, dan pegunungan. Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas batuan sedimen berumur tersier, batuan gunungapi berumur tersier, batuan karbonat berumur tersier, dan batuan gunungapi berumur kuarter.
Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak) dan Kelas Tanah D (tanah sedang). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini mengisyaratkan potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
Berdasarkan parameter sumber, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar Opak.
Dampak Gempa
Baca juga : Perjuangan Kirim Bantuan ke Kp Sekumur Aceh Tamiang, Membelah Sungai Penuh Buaya
Berdasarkan informasi BMKG, guncangan gempa M4,5 Bantul dirasakan dengan intensitas III skala MMI di Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Magelang. Intensitas II skala MMI terasa di Pacitan, Solo, Trenggalek, Purworejo, dan Wonogiri. Gempa ini diharapkan tidak menimbulkan kerusakan di wilayah terdampak.
Rekomendasi
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi, mengamati dan mematuhi rambu evakuasi, serta menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.
"Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran," jelas PVMBG dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
Baca juga : Sisa MBG Jadi Pakan Ternak, Karyawannya Warga Sekitar
Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, demi menghindari risiko kerusakan, dan harus dilengkapi dengan jalur evakuasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.